AXIALNEWS.id | Hingga saat ini serangan Israel masih terus membombardir Palestina dengan berbagai macam serangan yang hampir meratakan seluruh wilayah yang ada di Palestina.
Serangan yang diluncurkan oleh Israel bahkan tidak piih-pilih, akibat dari penyerangan yang dilakukan oleh Israel membuat banyak orang-orang dari berbagai negara mengecam tindakan Israel terhadap Palestina, bahkan sampai melakukan aksi bela untuk mendukung Palestina.
Aksi yang dilakukan tersebut merupakan salah satu bentuk rasa keperdulian sesama manusia yang dilakukan dari berbagai negara. Sampai saat ini, kondisi terbaru Gaza yang dikabarkan dari Kementerian Kesehatan yang dikelola oleh Hamas mengatakan jumlah korban tewas di Gaza telah melampaui 10.000 orang.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi setelah hampir satu bulan pemboman oleh Israel yang meningkatkan serangannya terhadap militan Palestina.
Dilansir dalam artikel Detiknews, diketahui Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah berjanji tidak akan menyerah meskipun ada seruan untuk gencatan senjata. Pejabat Israel mengatakan hal itu buntut serangan Hamas pada 7 Oktober yang menyebabkan 1.400 orang tewas di Israel, yang menurutnya sebagian besar warga sipil, dan menyebabkan lebih dari 240 orang disandera.
Namun tidak ada kesepakatan yang diumumkan kedua pihak. Selain itu, kedua pihak tidak membicarakan kemungkinan gencatan senjata kemanusiaan, yang menurut PBB sangat diperlukan.
Biden sebelumnya mempertanyakan validitas angka yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Gaza, meskipun juru bicara Pentagon pada Senin mengakui bahwa korban sipil berjumlah ribuan.
Pasukan darat dengan tank telah membanjiri bagian utara Jalur Gaza dan memperketat pengepungan Kota Gaza, yang secara efektif membagi wilayah tersebut menjadi dua.
“Kami akan mampu membongkar Hamas, benteng demi benteng, batalion demi batalion, sampai kami mencapai tujuan akhir, yaitu menyingkirkan Jalur Gaza – seluruh Jalur Gaza – dari Hamas,” kata juru bicara militer Israel Jonathan Conricus.
Namun pejabat tinggi Hamas di Lebanon, Osama Hamdan, mengatakan kelompok tersebut-yang militannya menembakkan 16 roket dari Lebanon ke arah Israel utara pada Senin kemarin, tidak akan pernah menerima pemerintahan boneka di Gaza dan mengatakan bahwa
“Tidak ada kekuatan di bumi yang dapat memusnahkannya”.
Sementara itu, pemberontak Huthi di Yaman yang didukung Iran mengklaim bahwa mereka telah melancarkan serangan pesawat tak berawak baru terhadap Israel, meningkatkan kampanye serangan yang mengganggu di tengah kekhawatiran perang dapat meluas.(*)
Editor : Nur Adilasari