Konsumsi Es Batu Sebabkan Penyakit Anemia Defisiensi Besi

Es batu yang tidak bersih bisa saja terkontaminasi berbagai bakteri dan virus menyebabkan masalah kesehatan. (parapuan.co)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Kebiasaan salah satu aktivitas seseorang dengan rutin melakukan suatu hal secara berulang-ulang. Jika kebiasaannya tidak baik maka sangat membahayakan kesehatan tubuh. Misalnya kebiasaan mengkonsumsi es batu secara berlebihan.

Berikut dampak buruk dari kebiasaan mengkonsumsi es batu berlebihan pada kesehatan tubuh manusia.

Mengonsumsi es batu sebenarnya tidak menjadi satu masalah yang besar jika tidak menjadi kebiasaan yang mengakibatkan munculnya berbagai macam penyakit. Masalah utama dari mengonsumsi es batu umumnya berkaitan dengan gigi. Seiring berjalannya waktu, kebiasaan mengunyah es batu dapat menghancurkan email gigi yang merupakan bagian gigi paling kuat untuk membentuk lapisan terluar dari setiap gigi dan melindungi lapisan dalam dari kerusakan dan mengakibatkan keretakan pada gigi.

Selain itu, masalah lain yang dapat terjadi akibat terlalu sering makan es batu, yaitu berkaitan dengan pengolahan dan penyimpanan es batu yang tidak higienis. Es batu yang tidak bersih bisa saja terkontaminasi oleh berbagai kuman yang bisa mendatangkan penyakit. Saat mengonsumsinya, berbagai bakteri dan virus bisa masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan masalah-masalah kesehatan, seperti diare, hepatitis dan lainnya.

Baca Juga  Manfaat Berkurban yang Perlu Diketahui Setiap Muslim

Seseorang yang mengonsumsi es batu bukan hanya karena kebiasaan, mengonsumsi es batu juga dapat disebabkan beberapa kondisi tertentu yang dialami. Seperti dehidrasi, seseorang yang sedang mengalami kekurangan cairan (dehidrasi) membuatnya merasa kehausan serta pusing, maka ia akan memilih untuk mengonsumsi es batu demi menghilangkan dehidrasi, sebab mengonsumsi es batu dapat mendinginkan mulut dan tenggorokan serta membantu menurunkan suhu tubuh pada hari yang panas.

Kebiasaan mengonsumsi es secara berlebihan sering kali dikaitkan dengan anemia defisiensi besi. Dikutip dari artikel SehatQ.com, anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi dalam darah sehingga jumlah sel darah merah tak mencukupi. Zat besi sangat penting untuk membangun sel darah merah yang sehat.

Baca Juga  Kampung Madras, Little India-nya Kota Medan yang Berpayung Toleransi

Hal ini juga membuat sel-sel darah merah tak dapat membawa oksigen yang cukup. Gejala yang dapat dirasakan jika mengalami anemia difisiensi besi yaitu kelelahan, pucat, pusing, palpitasi jantung, tangan dan kaki dingin, sesak napas, sakit dada, hingga lidah bengkak. Sebuah studi menunjukkan bahwa 13 dari 81 orang yang menderita anemia defisiensi besi menunjukkan gejala pagophagia (gemar makan es).

Sementara itu, beberapa penelitian percaya bahwa mengunyah es batu bisa memicu lebih banyak darah yang dikirim ke otak pada penderita anemia defisiensi besi. Hal ini membuat kadar oksigen dalam otak juga meningkat sehingga terjadi peningkatan kewaspadaan dan kejernihan dalam berpikir.

Baca Juga  Detik Pembacaan Teks Proklamasi, Bung Karno Demam Tinggi

Beberapa masalah emosional juga bisa membuat orang gemar makan es batu. Misalnya saja, orang yang mengalami stres bisa lebih tenang dengan mengunyah es batu. Selain itu, perilaku obsesif kompulsif (OCD) penyebabnya Ini merupakan kondisi kesehatan mental yang mengarah pada perilaku kompulsif atau pikiran obsesif.

Nah, ada cara yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan mengonsumsi es batu, jika seseorang kebiasaan mengonsumsi es batu disebabkan karena dehidrasi maka ia hanya perlu mengganti kebiasaan buruk itu dengan banyak minum air putih. Namun, jika seseorang kebiasaan mengonsumsi es batu yang disebabkan oleh anemia defisiensi besi, maka ia harus makan makanan yang mengandung banyak zat besi atau suplemen zat besi. Apabila penyebabnya sudah teratasi, maka kebiasaan mengonsumsi es batu pun dapat terhenti.(*)
Editor: Nur Adilasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us