Langkat dalam Sorotan: Tantangan Sosial, Harapan Baru

Rahmatullah, S.E., M.SEI., Founder Ekispedia.com
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Di penghujung Mei 2025, dinamika sosial di Kabupaten Langkat mencerminkan kompleksitas yang mendalam. Masyarakat setempat masih harus bergulat dengan tantangan di sektor ekonomi, keamanan, dan pemerintahan yang saling berkelindan.

Di sisi ekonomi, angka kemiskinan masih menjadi momok. Sekitar 9,4 persen penduduk—lebih dari seratus ribu jiwa—hidup di bawah garis kemiskinan.

Kondisi ini tampak nyata di lapangan, seperti dialami Matani, seorang warga yang tinggal di rumah nyaris roboh tanpa akses fasilitas dasar. Pemerintah melalui Dinas Sosial telah turun tangan, memberikan bantuan sekaligus meninjau langsung kondisi warga.

Situasi keamanan turut menjadi perhatian. Dalam sepekan terakhir, terjadi insiden kekerasan yang melibatkan oknum TNI AL terhadap dua ibu rumah tangga di kawasan perkebunan sawit.

Baca Juga  MTQ ke-55 Dibuka, Afandin Berharap Lahirkan Generasi Religius Langkat

Meski telah diselesaikan secara kekeluargaan, peristiwa ini menambah catatan kekerasan yang melibatkan aparat. Di kasus lain, seorang polisi penyamar diserang saat melakukan operasi penangkapan bandar narkoba yang kini masih buron.

Aksi premanisme pun kembali menghantui. Seorang pengusaha es kristal melaporkan adanya intimidasi dari anggota ormas, yang memaksa usahanya tutup. Kasus ini tengah ditangani pihak berwajib.

Baca Juga  Langkat dan Ketimpangan: Membaca Gini Rasio sebagai Alarm Sosial

Namun di tengah krisis, harapan tetap menyala. Pemerintah Kabupaten Langkat terus menggulirkan program pembangunan dari akar rumput.

Sebanyak 277 koperasi desa/kelurahan “Merah Putih” telah dibentuk sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Bupati Langkat, Syah Afandin, menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi pedesaan sebagai pijakan utama pembangunan.

Pemerintah juga berkomitmen pada tata kelola yang bersih, berkolaborasi dengan KPK untuk mendorong transparansi anggaran dan sistem pemerintahan yang akuntabel.

Di sektor pertanian, pendampingan dan pelatihan bagi petani terus digencarkan. Meski demikian, persoalan konflik lahan masih menjadi tantangan serius yang harus diselesaikan secara adil dan berkelanjutan.

Baca Juga  Kondusifitas Ditekankan Pj Bupati di Debat Kedua Pilkada Langkat

Gambaran Langkat hari ini adalah potret perjuangan: masyarakat yang masih dihimpit persoalan, namun juga disinari oleh tekad untuk bangkit. Sinergi antara warga dan pemerintah menjadi kunci menuju Langkat yang lebih adil, aman, dan sejahtera.(*)

Penulis: Rahmatullah, S.E., M.SEI
Dosen FEBI INSAN Binjai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us