AXIALNEWS.id | Wartawan Tribata TV Rico Sempurna Pasaribu bersama istri, anak dan cucunya tewas mengenaskan terbakar didalam kumbang api.
Hingga kini publik masih menduga-duga, warungnya dibakar atau terbakar? Tim Labfor Polda Sumut dan Polres Karo tengah menyelidiki peristiwa kebakaran tersebut.
Peristiwa kebakaran terjadi Kamis 27 Juni 2024 dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, di sebuah warung kopi milik korban yang juga menjual BBM (pertalite) eceran di Jalan Ngumban Surbakti, Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Sempurna Pasaribu tewas terbakar bersama istri, anak dan cucunya.
Berikut data korban meninggal kebakaran:
Sebelum tewas, Rico gencar memberitakan soal lokasi perjudian di Jalan Bom Ginting yang dia duga milik oknum aparat.
Koordinator Lingkar Wajah Kemanusiaan (Lawan) Institute Provinsi Sumatera Utara, Abdul Rahim Daulay mendesak Polisi mengusut tuntas penyebab peristiwa kebakaran itu.
“Kita mendukung Polda Sumut mengusut tuntas kebakaran rumah wartawan Tribrata TV Rico Sempurna, jangan sampai ada yang ketinggalan dalam penyelidikan,” desak Rahim, Senin (1/7/24).
“Kumpulkan bukti dan saksi semua,” lanjut Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut) periode 2021-2023 itu.
Rahim menyarankan Polisi untuk mengambil dan melihat rekaman CCTV di sekitar rumah warga setempat.
“Semua harus dibongkar, rumah Wartawan Rico Sempurna ini dibakar atau terkabar?” kata Rahim.
Ia berharap kepada masyarakat yang mengetahui peristiwa tersebut atau yang melihat kejadian kebakaran agar tidak takut memberikan informasi ke pihak kepolisian.
“Jangan pernah takut memberikan keterangan kepada Polisi, ini supaya Polisi bisa mengungkap peristiwa ini sampai ke akarnya,” tegas Rahim.
Rahim meminta Polda Sumut segera mengumumkan ke publik, apabila sudah mengetahui hasil penyelidikan.
“Secepatnya mengumumkan agar masyarakat tidak cemas. Hal ini dilakukan supaya tidak berkembang isu liar. Saat ini masyarakat sedang menunggu hasilnya,” tegas Dosen di salah satu perguruan tinggi (PT) di Sumut itu.
Rahim meminta masyarakat bersabar dan percayakan kasus ini kepada Polres Karo dan Polda Sumut.
“Meminta publik jangan mudah terprovokasi. Percayakan dengan kepolisian sambil kita pantau juga perkembangannya,” tuturnya.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: Eddy S