Lindungi Istri Hamil dari Gemot, Korban Penyerangan di Asahan Jadi Tersangka

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Immanuel P Simamora saat memeriksa tersangka HF, korban penyerangan yang ingin membela diri dan melindungi istrinya yang hamil dari penyerangan geng motor.(@bedamedia/wartabanjar)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Pria di Kabupaten Asahan, Sumut jadi tersangka setelah melindungi istrinya yang sedang hamil dari serangan komplotan geng motor (Gemot).

Video seorang pria bersimbah darah setelah ditusuk di Jalan Imam Bonjol, Kisaran, Kabupaten Asahan, memicu kehebohan publik.

Polisi akhirnya membuka kronologi lengkap yang menunjukkan insiden itu terjadi saat pelaku berusaha melindungi istrinya yang sedang hamil dari pengeroyokan geng motor.

Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Immanuel P Simamora, menjelaskan pelaku berinisial HF tengah mengantar istrinya membeli makanan dan token listrik sekitar pukul 03.00 WIB. HF membawa senjata tajam dari rumah karena khawatir dengan kondisi jalanan dini hari.

Baca Juga  Dilantik Mendagri, Agus Fatoni Gantikan Hasanuddin Pimpin Sumut

Menurut rekaman CCTV dan keterangan saksi, trouble bermula ketika HF dan istrinya hendak pulang. Mereka tiba-tiba dikejar sekelompok pria menggunakan motor yang kemudian memukul HF.

Merasa terancam dan melihat istrinya dalam bahaya, HF langsung menusukkan sajam ke dada salah satu penyerang.

HF mengaku kejadian itu bermula saat mereka berpapasan dengan tiga sepeda motor. Setelah memutar arah, ia dicegat dan ditanyai secara agresif.

“Mereka menyerang saya, padahal sudah saya bilang istri saya hamil. Mereka tidak peduli,” ungkap HF.

Baca Juga  TPP 2025 PNS Pemkab Langkat Naik Rp 50 Miliar Lebih, Berikut Pejabat Penerima Bulanan Rp 10 Juta - Rp 54 Juta

Polisi kini menangani kasus ini sebagai dugaan penganiayaan dengan pelaku penikaman telah resmi ditahan di Mapolres Asahan.

Proses hukum tetap berjalan sembari fakta-fakta terus dikumpulkan untuk menentukan apakah tindakan HF termasuk pembelaan diri.

Ledakan Emosi Netizen: Marah, Geram, dan Merasa HF Harusnya Dibebaskan

Komentar publik pun membanjiri media sosial, sebagian besar membela HF dan mengkritik proses hukum yang dianggap tidak adil:

“Polisi nggak bisa langsung bebaskan, nanti hakim yang menentukan. Tapi kenapa rambutnya harus dibotakin?”

Baca Juga  7 Manfaat Buah Bit untuk Ibu Hamil, Bisa Terjadi Anemia!

“Berita begini malas kali aku.”

“Bapak pakai logika lah, kalau tidak diserang mana mungkin dia nusuk. Itu pembelaan diri.”

“Semoga polisi yang membela geng motor itu kena begal juga. Amin.”

“Demo saja ramai-ramai sampai pelaku dibebaskan.”

“Kapan kiamat, makin kacau manusia.”

“Hukum Indonesia gini, yang membela diri malah jadi tersangka.”

Kasus ini terus menyedot perhatian publik karena menyangkut isu pembelaan diri, keselamatan ibu hamil, dan keamanan warga yang keluar di jam rawan.(*)
Sumber : wartabajar.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us