AXIALNEWS.id | Iduladha salah satu hari besar bagi kaum muslim. Merayakannya dengan berkurban, menyembelih hewan kurban yang dilakukan setelah melakukan salat Iduladha.
Kata kurban berasal dari Bahasa Arab, yakni “Qariba” yang berarti dekat atau mendekatkan. Hal tersebut dimaksudkan sebagai mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui penyembelihan hewan ternak. Secara harfiah, kurban memiliki arti hewan sembelihan.
Hewan yang dapat dikurbankan ialah kambing, domba, sapi, kerbau dan unta.
Ada banyak keutamaan dalam ibadah berkurban, salah satunya membantu fakir miskin.
Setelah disembelih, daging kurban akan segera dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, termasuk keluarga yang berkurban, tetapi tetap mengutamakan fakir miskin terlebih dahulu.
Menyembelih hewan kurban hukumnya adalah sunah muakkad, yaitu sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Namun, apabila belum mampu untuk membeli hewan ternak, jangan sampai memaksakan diri.
Hal tersebut sesuai dengan QS Al-Hajj ayat 34 yang berbunyi sebagai berikut:
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan menyembelih kurban, supaya mereka menyebut nama Allah SWT terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah SWT kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah.”
Berikut manfaat berkurban yang perlu dipahami kaum muslimin.
1.Mendekatkan diri kepada Allah SWT
Berkurban dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT karena telah melaksanakan perintah-Nya. Selain itu, berkurban juga dapat memperkuat iman dan meningkatkan ketakwaan.
Hal tersebut tercantum dalam QS. Al Maidah ayat 27 yang berbunyi:
Sesungguhnya Allah SWT hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.”
2.Menambah amal kebaikan
Menjalankan perintah Allah SWT ialah salah satunya dengan berkurban dapat menambah amal kebaikan untuk bekal di akhirat.
Allah SWT akan melipat gandakan pahalanya bagi setiap umat Muslim yang menyumbangkan hartanya untuk berkurban. Bahkan, hewan-hewan yang dikurban bisa menjadi saksi saat hari perhitungan amal.
3.Ungkapan rasa syukur
Harta adalah sebuah titipan yang harus dibagikan kepada yang membutuhkan. Mama bisa berkurban sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki yang telah dimiliki.
Dengan begitu, secara tidak langsung, masyarakat yang kurang mampu dapat merasakan nikmat dan berkah dari Allah SWT.
4.Penebus dosa
Setiap manusia pasti memiliki dosa. Berkurban dapat dimaknai sebagai kegiatan untuk menebus dosa. Hal tersebut disebutkan dalam salah satu hadis yang berbunyi sebagai berikut.
“Hai Fatimah, berdirilah di sisi kurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya tetesan darahnya yang pertama itu adalah pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu.” (HR. Al Bazaar dan Ibnu Hibban)
5.Peduli sesama
Tidak hanya menyembelih saja, berkurban juga tentang berbagi kepada sesama, terutama kepada orang yang tidak mampu, sehingga mereka dapat merasakan nikmatnya memakan daging.
Bahkan, berkurban dapat mempererat tali silaturahmi antar manusia dan membuat hubungan bermasyarakat menjadi harmonis.
6.Membantu peternak
Banyaknya daging-daging import yang beredar terkadang membuat peternak kesulitan untuk menjual hewan ternaknya.
Dengan membeli hewan ternaknya, peternak akan merasa terbantu perekonomiannya.
7.Meneladani Nabi Ibrahim AS
Berkurban menjadi salah satu teladan yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim AS.
Sebagaimana yang disebutkan dalam QS Ash Shafaat ayat 102, yaitu:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ
Artinya:
“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”(*)
Sumber popmama.com