AXIALNEWS.id | Di balik tirai hujan yang membasahi Kota Medan, suasana di Aula Hotel Grand Inna pada Rabu pagi (25/9/2024), begitu hangat dan penuh semangat.
Di dalam ruangan, puluhan jurnalis berkumpul, siap menyerap ilmu dan inspirasi dari seorang sosok yang telah lama dikenal dalam dunia komunikasi, Dr. Aqua Dwipayana.
Hari itu, aula tersebut bukan hanya sekadar tempat seminar, melainkan sebuah ruang pembelajaran yang kental dengan nilai-nilai mendalam tentang jurnalisme.
Dr. Aqua Dwipayana, pakar komunikasi dan motivator ternama, berdiri di hadapan para peserta dengan percaya diri.
Sosoknya yang karismatik serta suaranya yang tenang dan penuh makna membuka sesi pembelajaran dengan kalimat yang sederhana namun sarat akan filosofi, “Setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah kelas.”
Kalimat tersebut bukan sekadar ungkapan biasa. Dr. Aqua, dalam presentasinya, mengajak para jurnalis untuk menengok lebih dalam bagaimana setiap individu di sekitar kita, dari berbagai lapisan masyarakat, dapat menjadi sumber pengetahuan.
Filosofi ini menekankan bahwa jurnalisme bukan hanya tentang mencari berita atau sekadar mengumpulkan informasi.
Lebih dari itu, jurnalisme adalah seni memahami dan mempelajari hidup dari sudut pandang siapa pun yang kita temui.
“Jangan pernah memandang rendah siapa pun yang Anda ajak bicara,” ucap Dr. Aqua dengan penuh keyakinan.
“Setiap narasumber memiliki sesuatu yang bisa diajarkan. Jika kita mampu menggali lebih dalam, kita bisa belajar dari semua orang yang kita temui.”
Dalam dunia yang begitu cepat berubah, kata-kata Dr. Aqua mengingatkan para jurnalis bahwa kekuatan mereka terletak pada kemampuan memahami, mendengar, dan belajar dari orang-orang di sekitarnya.
Namun, pesan terpenting dari Dr. Aqua pada pagi itu adalah tentang pentingnya membangun jaringan yang kokoh dan tulus dengan narasumber.
“Rawat narasumber, jangan hanya menjadi wartawan transaksional yang datang ketika butuh informasi,” tegasnya.
Dalam pandangan Dr. Aqua, hubungan antara jurnalis dan narasumber haruslah dibangun di atas landasan kepercayaan dan saling menghormati.
Hubungan ini tidak hanya memperkaya berita yang ditulis, tetapi juga memperdalam makna pribadi dalam karier jurnalistik.
Ia menambahkan, “Narasumber yang dirawat dengan baik akan memberikan informasi yang lebih kaya dan lebih terpercaya.”
Kata-kata ini seolah menjadi pedoman bagi para jurnalis yang hadir, mengingatkan mereka bahwa dalam jurnalisme, kualitas berita bukan hanya soal apa yang disampaikan, tetapi juga dari mana dan bagaimana informasi tersebut diperoleh.
Dr. Aqua juga menggarisbawahi pentingnya pertemuan tatap muka, terutama di era digital yang serba cepat ini.
“Usahakan setiap hari bertemu dengan orang-orang baru,” ujarnya.
Meskipun teknologi telah memudahkan komunikasi jarak jauh, Dr. Aqua menegaskan bahwa sentuhan personal dalam pertemuan langsung masih memiliki keajaiban tersendiri.
Ia percaya, interaksi langsung tidak hanya memungkinkan adanya pertukaran informasi yang lebih mendalam, tetapi juga membangun ikatan yang lebih kuat dan saling percaya.
Jaringan yang luas, menurutnya, akan membuka pintu-pintu informasi yang tak terduga.
“Sebagai wartawan, jaringan yang kuat memastikan Anda tidak akan pernah kekurangan informasi,” katanya.
Pria yang lahir di Siantar ini juga memberikan pesan penting tentang niat yang tulus dalam membangun silaturahmi.
“Silaturahmi itu harus dengan niat yang tulus, tanpa mengharapkan imbalan,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Dr. Aqua percaya bahwa dalam setiap interaksi yang tulus, ada nilai lebih yang akan kembali, meski tidak langsung terlihat.
“Rezeki pasti tidak akan tertukar,” tambahnya, mengingatkan bahwa ketulusan adalah kunci dalam membangun hubungan yang bermakna.
Suasana di Aula Hotel Grand Inna pada pagi itu begitu hidup dengan pemikiran-pemikiran segar dari Dr. Aqua.
Para jurnalis yang hadir tampak terinspirasi, membawa pulang lebih dari sekadar pengetahuan teknis jurnalistik.
Mereka belajar bahwa dalam setiap pertemuan, dalam setiap interaksi, selalu ada kesempatan untuk tumbuh dan belajar bahwa jurnalisme, pada intinya, adalah tentang menjadi siswa dalam kehidupan, terus-menerus mencari pelajaran dari siapa pun, kapan pun, dan di mana pun.
Dr. Aqua Dwipayana, dengan filosofinya yang penuh makna, sekali lagi telah mengingatkan bahwa setiap individu di sekitar kita adalah sumber pengetahuan yang berharga.(*)