AXIALNEWS.id | Sebagian orang mungkin masih asing ketika mendengar istilah kata glossophobia di telinga mereka. Istilah ini sendiri memang masih asing di dengar oleh masyarakat umum, akan tetapi istilah glossophobia ini sering dialami oleh hampir semua orang.
Ketika berbicara di depan umum, pasti sebagian besar orang akan merasakan gugup atau bahkan ketakutan. Istilah glossophobia ini adalah sebutan untuk orang-orang yang memiliki gejala dan penyebab ketakutan ketika berbicara di depan umum.
Ketika seseorang mengidap glossophobia maka orang tersebut cenderung tidak mampu mengendalikan saraf dan memiliki ketakutan yang sangat kuat untuk berbicara di depan umum, bahkan terkadang sampai pada titik gangguan saraf.
Hal ini dapat menyebabkan gemetar yang tidak terkendali, berkeringat, dan detak jantung yang berdebar kencang. Kecemasan berbicara ini mungkin tidak terbatas pada berbicara di hadapan banyak orang – orang yang menderita glossophobia mungkin kesulitan untuk berbicara dalam rapat, ruang kelas, dan dalam kelompok kecil lainnya.
Dimana hal tersebut dapat membuat penderitanya sangat sulit berkomunikasi secara verbal untuk mengungkapkan ide dan pikirannya. Akibatnya, orang yang mengidap glossophobia dapat menghambat kemampuan untuk melanjutkan peluang akademis, sosial, atau bahkan kariernya.
Dilansir dalam artikel Virtual Speech, istilah glossophobia berasal dari kata Yunani yaitu glossa, yang berarti lidah, dan phobos, ketakutan. Glossophobia adalah fobia sosial atau gangguan kecemasan sosial, dengan gejala dan pengobatan yang dapat dikenali. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menyebabkan kesepian, rendahnya harga diri, dan depresi.
Penyebab dari glossophobia ini biasanya dipengaruhi oleh:
1. Pengalaman negatif di awal kehidupan
Beberapa orang percaya bahwa glossophobia terbentuk sejak awal kehidupan dan berasal dari sudut pandang negatif terhadap diri sendiri, seperti “tidak ada yang peduli dengan apa yang saya katakan”. Hal ini mungkin disebabkan oleh serangkaian pengalaman negatif, misalnya ketika siswa, guru, atau orang tua tidak menghargai apa yang dikatakan, atau bahkan jika berbicara dalam situasi kelompok dan diejek atas apa yang dikatakan.
2. Berjalan dalam keluarga
Meskipun fobia sosial sering kali diturunkan dalam keluarga, ilmu pengetahuan di balik hal ini masih belum dipahami. Biologi perilaku yang berhubungan dengan ketakutan dan kecemasan mempelajari bahwa membiakkan tikus yang menunjukkan lebih sedikit rasa takut dan kecemasan menghasilkan keturunan dengan kecemasan yang lebih sedikit. Namun diperlukan lebih banyak penelitian untuk menilai apakah fobia sosial bersifat turun-temurun.
3. Pikiran yang merugikan diri sendiri
Dalam beberapa kasus, glossophobia berhubungan dengan kecemasan sosial dan gangguan fobia. Beberapa orang percaya bahwa pikiran yang merugikan diri sendiri membuat orang tersebut percaya bahwa mereka akan gagal saat berbicara di depan umum. Orang tersebut mungkin merasa bahwa mereka harus mencapai kesempurnaan, jika tidak, mereka tidak berguna. Banyak orang yang sangat takut berbicara di depan umum takut dihakimi, dipermalukan, atau ditolak.
Berikut ini ada hal yang dapat mengatasi glossophobia, yaitu dengan cara:
1. Psikoterapi
Banyak orang yang mampu mengatasi glossophobia mereka dengan terapi perilaku kognitif (CBT). Bekerja sama dengan terapis dapat membantu mengidentifikasi akar penyebab kecemasan.
2. Obat-obatan
Jika terapi tidak meredakan gejala glossophobia, dokter mungkin akan meresepkan salah satu dari beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Beta-Blocker biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dan beberapa gangguan jantung. Mereka juga dapat membantu dalam mengendalikan gejala fisik glossophobia, seperti gemetar atau gemetar.
3. Terapi pemaparan
Terapi eksposur dipandang sebagai metode pengobatan paling efektif untuk rasa takut berbicara di depan umum. Terapis akan memandu melalui sesi paparan reguler di mana orang tersebut harus menghadapi situasi berbicara di depan umum. Terapis juga mengajarkan berbagai metode relaksasi seperti latihan pelepasan otot, latihan visualisasi pikiran, dan meditasi untuk digunakan selama sesi pemaparan tersebut. Orang tersebut akhirnya membangun toleransi terhadap rasa takut dan kecemasan.
4. Obat herbal
Untuk orang-orang dengan gejala yang lebih ringan, ada serangkaian pengobatan herbal dan homeopati yang dapat membantu menenangkan kecemasan yang dialami sebelum acara yang melibatkan berbicara di depan umum. Aconitum napellus atau Gelsemium, dll mungkin direkomendasikan oleh ahli homeopati berdasarkan riwayat pasti, gejala serta sifat dan temperamen individu. Obat herbal seperti Lemon balm, lavender dan Passion Flower dll juga dapat membantu menenangkan saraf dan menenangkan seseorang sebelum acara berbicara di depan umum.
Selain cara mengatasi glossophobia diatas, ada tips sederhana yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi rasa cemas ketika berbicara di depan umum, salah satunya dengan menguasai materi sebelum tampil di depan umum , sering-seringlah berlatih dan bersuara , rekam presentasi dengan video, siapkan kemungkinan pertanyaan dari audiens, jangan menghafal materi sepenuhnya, pahami audiens, dan bicaralah secara perlahan. (*)
Editor : Nur Adilasari