Sembari menegaskan IPTI harus bergerak cepat untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Pihaknya pun akan melakukan konsolidasi di seluruh provinsi di Indonesia pada Januari 2022 melalui rapat kerja nasional (Rakernas).
Senada, Ketua Persatuan Tarbiyah-Perti Sumut Buya Burhanuddin berharap, IPTI memberi perhatian pada pendidikan, dakwah, sosial dan ekonomi.
“Pendidikan generasi muda Islam harus menjadi perhatian kita semua,” pintanya.
Buya Burhanuddin mengungkapkan, pendiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah – Perti Syekh Sulaiman Arrusuli adalah sahabat dekat pendiri NU KH Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, yang sama-sama belajar di Makkah.
“Sebelum merdeka (1920-an), mereka pulang ke Indonesia,” ungkapnya.
Sementara Ketua IPTI Sumut Buya Khairul Muslim siap melakukan konsolidasi IPTI di 33 Kabupaten/Kota. Agar IPTI dapat berada di garda terdepan dalam mewujudkan tujuan Tarbiyah-Perti. Guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pendidikan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits.
“Pemuda Tarbiyah harus bisa meneruskan perjuangan pendiri Tarbiyah-Perti Syekh Sulaiman Arrusuli,” ujar Buya Khairul.(*)