AXIALNEWS.id | Kondisi keuangan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai yang defisit pada tahun anggaran 2024 berdampak pada pengurangan insentif bagi guru ngaji, bilal mayit, dan penggali kubur.
Para penerima insentif ini sebelumnya mendapatkan Rp150.000 per bulan selama enam bulan, namun kini hanya diberikan selama tiga bulan.
Kepala Bagian Sosial Setdako Tanjungbalai, Herry Gunawan membenarkan informasi tersebut.
Menurutnya, keterbatasan anggaran memaksa pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian.
“Kami telah mengajukan anggaran sebesar Rp900.000 per orang, namun setelah dilakukan evaluasi bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), kami diminta untuk melakukan penyesuaian,” jelasnya, Rabu (8/1/2025).
Pengurangan intensif ini mengejutkan 1.381 penerima yang terdiri dari guru ngaji, bilal mayit, dan penggali kubur di Kota Tanjungbalai.
Para penerima bantuan ini merasa terkejut saat mengetahui besaran dana intensif yang mereka terima melalui Bank Sumut Cabang Tanjungbalai, yang tidak sesuai dengan yang mereka terima pada tahun-tahun sebelumnya.
“Saya heran, kenapa hanya Rp450.000? Tahun lalu masih diterima Rp900.000,” ujar salah seorang bilal mayit saat mengambil dana intensif tersebut.(*)
Editor: Riyan