Pendidikan Berkualitas oleh INBI untuk Anak-Anak Panti

INBI bersama anak-anak Panti Asuhan Agape Terehasan pada kegiatan Bimbel Panti, berlokasi di Jl Sei Bertu No.13, Merdeka, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan. (Astana Publishers)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Bentuk kepedulian yang dimiliki setiap orang sebagai makhluk sosial dapat ditunjukkan dengan beragam cara. Mulai dari rasa empati, donasi, hingga turun langsung membantu sekitar.

Raihan Jero Tampubolon dan Abdil Azis Nasution, mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) membangun sebuah organisasi bernama Insan Nasional Bestari Indonesia (INBI), sebagai bentuk kepedulian yang mereka hadirkan terhadap sosial dan pendidikan di Kota Medan.

INBI terbentuk dengan tujuan menjadi wadah bagi generasi muda yang mau turut serta dalam upaya untuk memberikan aksi dari rasa peduli yang mereka miliki, terkhusus dibidang sosial dan pendidikan.

Salah satu faktor pendorong terbentuknya organisasi INBI ini ialah tugas akhir Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang dijalani oleh Jero dan Azis yang mengangkat tema tentang “Pendidikan Berkualitas”.

Baca Juga  5.500 Mahasiswa UINSU KKN di 100 Desa Batubara & 85 Desa Langkat

“Untuk alasan sendiri INBI terbangun bukan karena tidak meratanya pendidikan di Indonesia melainkan terbentuknya INBI ini untuk menjadi wadah bagi pemuda-pemudi Indonesia agar menjadi insan yang berkontribusi bagi bangsa dan negara dengan peduli terhadap pendidikan dan sosial masyarakat,” ujar Jero.

Setelah menjalani tugas akhir mengenai pendidikan berkualitas tersebut, Jero dan Azis memiliki komitmen untuk meneruskan apa yang sudah mereka lakukan dengan memberikan pendidikan berkualitas kepada anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas itu sendiri.

Bimbel Panti Tanpa Donatur

Hal tersebut mereka tuangkan ke salah satu program kerja dari banyaknya program yang dimiliki INBI, yang mereka beri nama dengan “Bimbel Panti”.

Bimbel Panti merupakan program kerja yang dirancang oleh INBI dengan program memberikan pengajaran terhadap Anak panti dengan kuantitas satu sampai dengan dua kali dalam seminggu.

Baca Juga  Hidup Sebatang Kara, Rumah Ibu Tumini Dibedah Siswa SPN Hinai

Materi dan mata pelajaran yang berbeda setiap minggunya diharapkan anak-anak panti dapat menambah pengetahuan yang mereka miliki tentang materi yang disampaikan oleh INBI.

“Sukanya yaitu menjadi kebanggaan bahwa kita dapat menjadi insan yang idealis dan dapat memberi kebaikan untuk banyak orang,” ungkap Jero.

“Sementara dukanya ya pastinya karena INBI organisasi yang baru lahir dan juga terbentuknya hanya dengan inisiatif dan idealis mahasiswa tanpa ada donatur atau orang yang punya kekuasaan tinggi untuk mengembangkan INBI secara instan,” lanjutnya.

“Sehingga kita benar-benar kesulitan dalam membangun fondasi INBI sampai menjadi rumah yang seutuhnya,” tambah Jero mengenai suka dan duka membangun INBI.

Organisasi baru setahun terbentuk sejak 2023 lalu ini layak untuk dijadikan contoh bagi generasi muda dalam menunjukkan rasa kepedulian terhadap sekitar.

INBI yang terhitung masih organisasi baru. Namun, perlahan dapat merealisasikan tujuan terbentuknya organisasi mereka dengan hal-hal yang sudah mereka lakukan dan berbagai hal yang akan mereka lakukan ke nantinya sesuai dengan visi-misi yang mereka miliki.

Baca Juga  IPM Langkat Dilantik, Diharapkan Jadi Contoh Tauladan

“Harapan untuk INBI ke depannya adalah tetap komitmen menjadi wadah anak muda yang berkontribusi bagi bangsa dan negara. Kemudian, INBI bisa semakin berkembang dengan tidak hanya bertempat di Kota Medan saja melainkan terdapat di seluruh daerah di Indonesia,” tambah Jero mengenai harapannya untuk INBI.(*)

Penulis: Dicky Wahyudi mahasiswa Semester 5 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU.
Sumber: Astana Publishers

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us