Perahu Kayu Kecil Hantarkan Pelajar Desa Kelantan Pangkalan Brandan ke Sekolah

Pelajar dari Desa Kelantan Pangkalan Brandan tengah duduk diatas perahu kayu kecil menuju sekolah untuk menuntut ilmu pendidikan, Senin (7/10/24) pagi. (axialnews) 
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Semangat menuntut ilmu pendidikan luar biasa dimiliki para pelajar bermukim di Desa Kelantan Kecamatan Brandan Barat, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. 

Baik siswa sekolah dasar (SD) maupun siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat. 

Mereka harus menaiki sampan/perahu sederhana, terbuat dari kayu berukuran kecil yang dinakhodai menggunakan dayung manual sebagai alat transportasi untuk pergi dan pulang sekolah. 

Jalur air yang ditempuh dikarenakan tempat tinggal mereka berada diseberang laut lepas.Desa Kelantan merupakan pulau kecil ditengah hamparan laut luas, sehingga disebut juga sebagai Desa Khayangan. 

Tidak perduli air laut surut ataupun banjir, para pelajar tetap berangkat sekolah penuh kecerian kecuali tanggal merah (hari libur). 

TONTON VIDEONYA DISINI

Tanpa rasa takut, terlihat para siswa SD saling bercanda satu sama lainnya diatas perahu. Suara celotehan diiringi tawa pun terdengar saat perahu mereka dekati tepian, Senin (7/10/2024). 

Baca Juga  Disdukcapil Binjai Jemput Bola Perekaman e-KTP ke Sekolah

Di antaranya terlihat wajah lusuh masih menahan rasa kantuk bangun pagi, ya tak jauh beda seperti yang kita alami dimasa kecil dulu. 

Diam melipat tangan, tak pedulikan teman lainnya yang bercanda. Asyik melamun melihat ke arah air laut berombak kecil dibela sampan yang melaju, menunggu sampai ketepian Kota Pangkalan Brandan. 

Sejumlah perahu kayu terlihat terus hilir mudik mengantarkan anak sekolah. Ada yang ditumpangi belasan siswa, ada juga perahu yang hanya diisi tiga sampai lima orang siswa.
Para nahkoda santai mendayung 

perahu kayu menghantar pelajar pulang pergi sekolah, sudah menjadi rutinitas setiap harinya yang dijalani untuk mengais rezeki. 

Baca Juga  Tunggul Kecamatan-Kelurahan Terbaik 2024 & Penghargaan Atlet Langkat Berprestasi

“Kalau orang biasa ongkosnya Rp 5 ribu sekali menyebrang, tapi kalau anak sekolah berbeda, kemungkinan separuh harga, sekitar Rp 2 ribu,” ujar warga setempat yang berprofesi sebagai pencuci kapal di Tambun, sekitar lokasi. 

Dari kejauhan, tampak para siswa di Desa Kelantan tengah antri disebuah tempat penyebrangan, menunggu giliran jemputan perahu untuk pergi ke sekolah. 

Semoga saja semangat mereka diperhatikan pemerintah setempat. Bentuk perhatian bisa saja difasilitasi kenderaan antar jemput sekolah, perahu mesin gratis misalnya, seperti bus sekolah jika di darat. 

Dilansir dari bicaranews, luas Desa Kelantan 63,24 ha dengan tinggi Daerah Permukaan Laut (DPL) 0,10 Km yang berbatasan dengan sungai Kota Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan. 

Lokasinya terletak di garis bujur : 3 derajat, 41, 30 derajat – 30, 42, 23. Di garis lintang : 98 derajat 21, 5 – 98 derajat 23,125. Memiliki suhu rata – rata : 30 derajat celcius. 

Baca Juga  Aktif Lindungi Pekerja Rentan, Pj Bupati Langkat Terima Penghargaan Apresiasi

Terletak di sebelah Utara Desa Perlis, sebelah Selatan Sungai Babalan dan sebelah Timur Sungai Babalan serta sebelah Barat Desa Perlis, Kecamatan Brandan Barat. 

Masyarakat Desa Kelantan memiliki tiga dusun. Dadi data tahun 2022,  Dusun I dihuni 128 Kepala Keluarga (KK), Dusun II dihuni 161 KK, dan Dusun III didiami 173 KK, total jumlah seluruhnya 462 KK. 

Sumber matapencaharian warga Desa Klantan 90 persen nelayan dan 10 persen lagi pedagang.  

Informasinya Desa Kelantan didirikan oleh warga berkebangsaan Malaysia yang terdampar disana. Tak heran, jika bahasa Melayu Desa Kelantan berbau Melayu Malaysia.(*) 

Penulis: Anoriyan Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us