Peran Bank dalam Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah

Ilustrasi geliat UMKM. (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berperan besar dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan meningkatkan pendapatan Masyarakat.

Namun, banyak UMKM yang masih menghadapi kendala dalam mendapatkan modal usaha. Disinilah peran bank memiliki peran yang sangat penting dalam pembiayaan UMKM.

Peran ini mencakup penyediaan akses permodalan, berbagai produk pembiayaan, serta dukungan non-finansial yang membantu UMKM tumbuh dan berkembang.

Peran bank dalam pembiayaan UMKM
Menyediakan akses permodalan
Banyak UMKM mengahadapi kendala dalam mendapatkan modal yang cukup untuk memulai atau mengembangkan usahanya. Bank berperan sebagai jembatan yang menghubungkan UMKM dengan sumber pendanaan yang dibutuhkan.

Menawarkan berbagai produk pembiayaan
Bank komersial menyediakan berbagai produk keuangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan UMKM:

  • Pinjaman modal kerja: untuk mendanai kebutuhan operasional sehari-hari, seperti pembelian bahan baku atau pembayaran gaji karyawan.
  • Kredit investasi: untuk mendanai pembelian asset jangka panjnag seperti mesin, peralatan, atau perluasan fasilitas.
  • Kredit usaha rakyat (KUR): program khusus dari pemerintah yang disalurkan melalui perbankan dengan bunga rendah untuk mendukung UMKM.
  • Pembiayaan perdagangan: membantu UMKM yang terlibat dalam kegiatan ekspor-impor atau perdagangan berskala besar.
  • Pembiayaan syariah: bank syariah juga menyediakan pembiayaan dengan prinsip bagi hasil atau jual beli (sesuai syariat islam) yang menjadi alternatif bagi UMKM.
Baca Juga  Bukan Sekadar Kampus! BINUS @Medan, Tempatnya Para Inovator Digitalpreneur

Meningkatkan inklusi keuangan
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) seringkali berlokasi dekat dengan Masyarakat, sehingga lebih mudah diakses oleh pengusaha mikro.

Selain itu, inisiatif seperti yang dilakukan bank Indonesia mendorong Lembaga keuangan untuk menyediakan produk keuangan yang lebih inklusif.

Memberikan pendampingan dan literasi keuangan

Bank tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Bank umumnya menawarkan berbagai program, seperti:

  • Pelatihan manajemen keuangan: membantu UMKM Menyusun laporan keuangan yang lebih baik, yang sering menjadi kendala saat mengajukan pinjaman.
  • Sosialisasi produk keuangan: membantu UMKM memahami produk-produk pembiayaan yang tersedia sehingga mereka dapat memilih yang paling sesuai.
  • Bantuan digitalisasi: bank membantu UMKM dengan dalam megadopsi teknologi digital, bauk dalam hal pengelolaan keuangan maupun pemasaran produk.
Baca Juga  Bank Raya Terus Perkuat Kinerja dan Inovasi di Paruh Semester 2025, Pastikan Momentum Pertumbuhan Positif Terjaga

Tantangan bagi bank dalam meyalurkan pembiayaan UMKM

Meskipun memiliki peran yang vital, bank juga menghadapi berbagai tantangan dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor UMKM.

Banyak pelaku usaha belum memiliki aset yang cukup untuk dijadikan agunan saat mengajukan kredit, sehingga mempersempit peluang mereka untuk mendapatkan pinjaman.

Baca Juga  Rangkaian Peringatan HUT ke-79 RI di Langkat Khidmat

Selain itu, administrasi yang belum tertata dengan baik, seperti pembukuan dan laporan keuangan yang tidak rapi, membuat pihak bank kesulitan menilai kelayakan usaha.

Rendahnya literasi keuangan juga menjadi kendala, karena sebagian pelaku UMKM belum memahami secara penuh produk dan layanan keuangan yang tersedia. Di sisi lain, suku bunga yang dianggap cukup tinggi oleh beberapa pelaku usaha, terutama usaha mikro, sering menjadi hambatan dalam mengakses pembiayaan bank.(*)

Penulis : Fauziah Nur’Aini, Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Tazkia University Sentul, Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us