Sementara data Riskesdas 2018 menunjukkan meningkatnya jumlah lanjut usia yang menderita PTM, masalah kesehatan gigi dan mulut, masalah gizi serta gangguan mental dan kognitif.
Hal ini berdampak terhadap pelayanan perawatan jangka panjang serta pembiayaan kesehatan kedepannya.
Saat ini, kata dr Juliana, salah satu upaya kesehatan yang dilakukan Pemkab Langkat adalah pemberdayaan kelompok lanjut usia dan kelompok santun Lansia dalam pelayanan Posyandu Lansia dengan beberapa tujuan yaitu:
Peningkatan kualitas pelayanan lanjut usia.
Upaya pembinaan dan pemeliharaan kesehatan Lansia, melalui kegiatan promotif preventif menjadi utama untuk
mewujudkan Lansia yang sehat, mandiri, aktif dan produktif (smart), disamping upaya kuratif dan rehabilitatif.
Serta kehidupan Lansia berdaya guna bagi diri dan keluarga.

Selanjutnya Plt Ketua PKK Langkat, Endang berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum meningkatkan komitmen dan mempererat kerjasama seluruh elemen bangsa, terutama di Langkat dalam meningkatkan upaya kesehatan Lansia.
“Para Lansia, kita harapkan tetap menjadi Lansia yang sehat, aktif dan produktive. Jangan sampai menjadi beban keluarga,” ujarnya.
Menurut Endang, hal itu bisa dicapai dengan mengatur pola hidup sehat, menjaga kesehatan, mempersiapkan diri jauh sebelum menjadi Lansia.