AXIALNEWS.id | Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan RI di tahun 2021, Kota Binjai berada pada angka 21,7 persen.
Sementara hasil SSGI di tahun 2022, Kota Binjai mengalami penurunan pada angka 18,7 persen.
Dipaparkan Walikota Binjai Amir Hamzah pada peringatan hari makan ikan Provinsi Sumatera Utara, di Rumah Pangan Kota Binjai, Kamis (14/12/23).
Giat yang bertemakan ‘Makan Ikan Cerdaskan Masyarakat’ ini di hadiri Pj Gubernur Sumut Hassanudin, Pj Ketua TP PKK Sumut Dessy Hassanudin dan jajarannya, serta Forkopimda dan pejabat Pemko Binjai.
Amir Hamzah mengatakan, sebagai bentuk komitmen dalam penurunan stunting, Pemko Binjai telah meluncurkan inovasi Binjai Smoting atau Semangat Menuju Zero Stunting.
Darinya membentuk gerakan Bapak Asuh Bagi Anak Stunting (BAAS) dan keluarga resiko stunting, khususnya Ibu Kurang Energi Kronis (KEK) selama periode waktu 6 bulan.
“Kami berharap 2024 nantinya tidak ada lagi stunting di Kota Binjai,” harapnya.
Sembari mengakui, salah satu upaya mempercepat penurunan stunting dan gizi buruk ialah mengonsumsi ikan.
“Sejalan dengan kegiatan ini, saya ingin mengajak masyarakat untuk mulai mengonsumsi ikan, yang merupakan salah satu sumber protein penting yang berkualitas tinggi,” jelasnya.
Selanjutnya, Pj Gubernur Hassanudin mengajak seluruh pihak bersinergi menjadikan Sumatera Utara zero stunting dan zero narkoba.
“Mari kita buat gagasan-gagasan dan langkah-langkah meningkatkan nilai gizi anak,” ajaknya.
“Secara khusus saya juga ingin berpesan kepada Ibu PKK agar tidak pernah berhenti untuk berbakti dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pesannya.(*)
Reporter: M Surbakti
Editor: M Afandi