Reses Ketua Komisi B DPRD Langkat, Warga Minta SLB Didirikan di Teluk Aru

Para tunga rungu hadiri reses Fatimah, Anggota DPRD Langkat. (Istimewa)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Sekolah Luar Biasa (SLB) diminta warga Kabupaten Langkat juga didirikan di Wilayah Teluk Aru. Selama ini Langkat hanya memiliki satu SLB yang berada di Kecamatan Stabat.

Ia menyampaikan harapannya itu agar anaknya bisa bersekolah dekat dengan domisilinya tanpa harus menempuh jarak cukup jauh ke Kota Stabat.

Aspirasi tersebut disampaikan salah satu dari orang tua siswa SLB pada reses Anggota DPRD Langkat, Fatimah di masa sidang II tahun ke IV tahun anggaran 2023, Kamis (8/6/2023). Reses ini selain dihadiri masyarakat juga dihadiri 50 orang tuna rungu, di Halaman Kantor Lurah Stabat Baru, Kecamatan Stabat.

Menanggapi itu, Fatimah menyatakan Komisi B DPRD Langkat akan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan agar sekolah inklusi diterapkan di Langkat. Dimana setiap sekolah umum SD maupun SMP bisa menerima siswa siswi berkebutuhan khusus, asal disiapkan SDM dan sarana prasarana yang memadai di setiap sekolah.

Baca Juga  Rumah Suluk Arif Riyukuri Diresmikan, Afandin: Bantu Wujudkan Langkat Religius

Selanjutnya Ketua Komisi B itu menyampaikan dalam resesnya kali ini menggandeng Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Sumut dan Gerkatin Langkat.

Menurut Legislator PKS, komunitas tersebut selama ini kurang mendapat perhatian dari semua elemen. Dirinya pun berharap Pemkab Langkat dan pihak perusahaan di Langkat memperhatikan mereka. “Seyogyanya kita tidak boleh memarginalkan mereka, tetapi harus kita support agar berdayaguna di masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Wartawan Langkat Diteror OTK, Mobilnya Rusak Dilempari

Fatimah pun terkejut, ternyata dari 50 orang tuna rungu yang hadir hanya 50 persen saja yang sudah bekerja semampu mereka. Masih banyak perusahaan yang enggan mempekerjakan mereka, padahal mereka mempunyai kemampuan.

“Yang tuli itu telinganya, dan tak bisa bicara itu mulutnya, tetapi tenaga dan pikiran mereka bisa diberdayakan, sehingga mereka bisa disetarakan bekerja dengan masyarakat yang normal,” tutur Fatimah.

“Kita minta kepada Pemkab Langkat agar membatu pekerjaan mereka yang memiliki keahlian dan memasyarakatkan bahasa isyarat agar masyarakat paham dengan bahasa mereka,” harapnya menambahkan.

Baca Juga  Ranperda Pemkab & Inisiatif DPRD Langkat di Paripurnakan

Dalam kesempatan itu Fatimah juga menghadirkan Juru bicara Isyarat (JBI) dari Kota Binjai Lisza Megasari dan Aar Hutabarat.

Tampak hadir perwakilan dari Dinas Sosial Langkat Putra, Camat Stabat Nuriadi, Kapolsek Stabat AKP Ferry Ariandy, Danramil 07 Stabat Kapten Inf Edi Susanto, Tokoh Perempuan Langkat Azrianingsih SKM, Ketua DPD Gerkatin Sumut Fitra Rahman Kurniawan dan Sekretarisnya Tapip, Ketua DPC Gerkatin Langkat Yayank Destya beserta pengurus dan lainnya.(*)
Editor: Fakhrur Rozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us