AXIALNEWS.id | Lepas kepemimpinan Pj Bupati Langkat M Faisal Hasrimy, Kabupaten Langkat dikabarkan mengalami defisit anggaran, TA 2024.
Tapi bukan tekor melainkan defisit surplus, lantaran hutangnya bisa dibayarkan.
Diketahui, pendapatan Pemkab Langkat tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,529 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp 2,772 triliun.
Lalu realisasi belanja dan transfer hampir menembus Rp2,645 triliun, atau 95,42% dari pagu anggaran.
Hasilnya jika dijumlahkan antar pendapatan dan belanja (pengeluaran) diketahui ada selisih negatif mencapai Rp 242.457.500. 933 (Rp 242 miliar).
Dijelaskan Kepala BPKAD Langkat, M Iskandarsyah bahwa yang dialami Langkat adalah defisit surplus. Maksudnya hutang yang bisa dibayarkan jadi bukan defisit kerugian atau tekor.
“Selisih Rp 242 miliar itu defisit surplus, jika defisit kerugian seperti yang difahami selama ini, mungkin saja kantor bupati dan kantor saya sudah dibakar masyarakat,” ungkapnya belum lama ini.
Dipaparkan Iskandar, dalam foster anggaran pendapatan belanja daerah atau APBD terdiri dari belanja – biaya – pendapatan dan lainnya.
Nah ketika TA 2023, Langkat memiliki Silpa atau sisa lebih pembiayaan anggaran sebesar Rp 242 miliar lebih.
Secara teknis atau aturan, Silpa itu masuk dalam foster biaya dalam APBD 2024. Jika penjumlahan dilakukan antara pendapatan – biaya dan pengeluaran, makan akan diketahui tidak rugi.
“Setelah masuk dalam foster biaya, selanjutnya Silpa tersebut akan digunakan untuk menutupi kekurangan belanja di tahun sebelumnya,” terangnya.
“Jika benar pemerintah rugi, mana mungkin di TA 2024 ini, ada Silpa hingga Rp 40 miliar,” lanjutnya.
Iskandar juga merespon saat disinggung besaran Silpa TA 2023 capai Rp 242 miliar, sementara masih banyaknya perlu dibangun di Langkat, mulai dari bidang pendidikan, infrastruktur jalan dan lainnya.
Di katanya, terjadinya Silpa lantaran saat itu adanya penambahan pendapatan seperti dari transfer pemerintah pusat, Langkat menerima pembayaran pajak dari Pertamina serta lainnya.(*)
Editor: Riyan