AXIALNEWS.id | Jepang pernah membangun pangkalan udara di wilayah Sumatera Utara pada tahun 1944 saat menjajah Indonesia.
Lokasi bandara tersebut berada di Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang berjarak 7 km dari pusat kota.
Sejarahnya, Indonesia dijajah oleh Jepang sejak 1942 sebelum menyatakan kemerdekaan pada tahun 1945.
Saat Jepang menjajah Indonesia, negara tersebut membangun pangkalan udara yang digunakan pada tahun 1944.
Salah satu pangkalan udara berada di Sumatera Utara dengan dengan panjang landasan pacu mencapai 900 meter.
Bandara ini awalnya memiliki sebuah nama yang sarat akan makna dan kemudian digantikan oleh nama Raja Tapanuli yang juga dikenal sebagai pahlawan nasional.
Dilansir dari angkasapura2.co.id, bandara tersebut kembali dibangun pada tahun 1995 hingga tahun 2011.
Bandara di Sumut ini memiliki landasan pacu sepanjang 2.400 meter dan semakin diperpanjang hingga 3.800 meter.
Luas terminal bandara tersebut terbagi atas 2, untuk terminal A memiliki luas 100 m2 dan terminal B seluas 700 m2.
Bandara ini berskala internasional dan terminalnya mampu menampung penumpang hingga 500.000 orang dengan fasilitas terbaiknya.
Lokasi bandara tersebut berada di Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang berjarak 7 km dari pusat kota.
Bandara ini awalnya dikenal dengan nama Bandara Silangit yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Maret 2005.
Namun, pada tahun 2018, bandara ini berganti nama sesuai dengan Keputusan Menhub RI Nomor KP 1404 tertanggal 3 September 2018.
Bandara Silangit kemudian berganti nama menjadi Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII.
Sisingamangaraja XII merupakan seorang raja di Negeri Toba Yang juga menjadi pahlawan nasional dan berperang melawan Belanda.
Bandara ini memiliki peranan strategis untuk meningkatkan wisatawan lokal hingga mancanegara ke wilayah Danau Toba dan Tapanuli.
Bandara Sisingamangaraja XII tersebut memiliki fasilitas yang setara dengan bandara kelas II dan pada Desember 2012 diserahkan pengelolaannya ke PT Angkasa Pura II.
Setelah dikelola oleh Angkasa Pura II maka status bandara ini berubah dari UPT menjadi bandara komersial.(*)
Sumber JatimNetwork.com
Editor: M Afandi