Sementara Sekretaris IPTI Sumut, Muhammad Ikhwan menjelaskan keberadaan Pemuda Tarbiyah (IPTI) tidak terlepas dari Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti) yang didirikan Syekh Sulaiman Arrusuli pada 5 Mei 1928 di Sumatera Barat. Setelah beliau pulang dari Makkah bersama KH.Hasyim Asyari (pendiri NU) dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah).
Tarbiyah-Perti menganut faham Ahlussunnah Wajamaah dengan mazhab Imam Syafi’i. Bergerak di bidang pengembangan pendidikan Islam, dakwah, sosial kemasyarakatan dan pemberdayaan ekonomi umat.
“IPTI sebagai garda pemuda akan mewujudkan misi Tarbiyah-Perti sebagaimana yang dicita-citakan Syekh Sulaiman Arrasuli,” ujar Ikhwan.

Sedangkan Ketua KNPI Sumut El Adrian Shah mengaku sejak lama mengetahui keberadaan IPTI dalam perannya di KNPI. El Adrian berharap IPTI dapat menguatkan KNPI sebagai wadah berhimpunnya pemuda.
El Adrian pun menceritakan keberadaan KNPI saat ini terpecah empat kepengurusan. Dari satu sisi fakta membuktikan para pemuda memang mencintai KNPI tapi di sisi lain kita perihatin.
“Mudah-mudahan ke depan KNPI dapat bersatu dan menyatukan dirinya dalam satu kepengurusan tunggal sehingga KNPI benar-benar menjadi Rumah Besar Pemuda Indonesia,” ujarnya.
El juga menyampaikan telah berusaha maksimal supaya ada Peraturan Daerah (Perda) di Sumut tentang kepemudaan agar jelas regulasi dalam pembinaan pemuda, termasuk anggaran kegiatan kepemudaan seperti yang sudah ada Perdanya di Provinsi Papua dan NTB.
“Saya akan berjuang maksimal agar Perda Kepemudaan dapat diterbitkan. Kita membutuhkan kajian hukum dan kajian akademik dari akademisi perguruan tinggi”, sebut El didampingi Sekretaris KNPI Sumut Syaiful.(*)