Gebang Langkat Kembali Banjir, Warga Diminta Waspada
Terpantau debit air sungai dari Titi Tanjung Pura juga naik cukup tinggi, pada Jumat malam (2/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, setelah diguyur hujan dengan entitas deras semalaman.
Terpantau debit air sungai dari Titi Tanjung Pura juga naik cukup tinggi, pada Jumat malam (2/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, setelah diguyur hujan dengan entitas deras semalaman.
Fenomena ini menghadirkan beragama spekulasi dari sejumlah warga sekitar. Ada warga menyebutkan, korban mengemis akibat kebutuhan hidup.
Banjir bukan saja berdampak terhadap 434.776 jiwa di 16 kecamatan, namun menenggelamkan Masjid Azizi, dan pusara sultan sultan negeri langkat, kali pertama ini pula air masuk menggenang lantai masjid setinggi lutut orang dewasa sejak berdiri kokoh selama 123 tahun.
Donasi terhimpun hampir Rp 1 miliar disalurkan melalui Baznas Yogyakarta ke sejumlah daerah terdampak banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, salah satunya Kabupaten Langkat.
GUNDUL: Kawasan hutan penyangga di Namu Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Langkat, gundul.
Azizi bukan sekedar masjid tempat ibadah, kehadirannya merupakan simbol kejayaan Langkat, simbol kemakmuran, kesejahteraan, persatuan dan perdamaian, hubungan diplomatik internasional, dan kemajuan peradaban negeri bertuah.
Bupati Langkat meminta seluruh perangkat daerah, unsur TNI-Polri, BPBD, dan instansi terkait untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan,
Berdasarkan data sementara, tercatat 108.694 KK atau 434.776 jiwa terdampak, dengan jumlah pengungsi sekitar 87.950 jiwa,dan sebabkan 13 orang meninggal dunia.
Rohadi mengungkapkan masyarakat sudah muak dengan janji-janji pemerintah daerah untuk mengatasi banjir.
Ketua Umum FOKAL IMM FISIP UMSU, Muhammad Ronny Suherza, menyampaikan kegiatan penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pihaknya terhadap masyarakat yang sedang terdampak banjir di Sumatera Utara.