Detik Pembacaan Teks Proklamasi, Bung Karno Demam Tinggi
Tepat pada pukul 10.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno dengan suara parau membacakan teks proklamasi didampingi Bung Hatta.
Tepat pada pukul 10.00 WIB tanggal 17 Agustus 1945, Bung Karno dengan suara parau membacakan teks proklamasi didampingi Bung Hatta.
Pemerintah telah menetapkan bahwa penguatan Brida ini harus dilakukan dengan prinsip “Brida Kompak” (Badan Riset dan Inovasi Daerah yang Kolaboratif, Optimis, Mandiri, Proaktif, Agile dan Kompetitif).
Dari sekitar 1.115 masjid di Kota Medan, banyak hal lain yang bisa dilakukan di masjid seperti zaman Rasulullah misalnya, berdiskusi dan ragam kegiatan keumatan baik dalam sisi ekonomi, sosial, budaya hingga politik.
Ibu muda diedukasi mengenai ilmu parenting dalam berkomunikasi efektif dan persuasif kepada anak, mengingat pentingnya mendidik anak pada usia 1.000 hari pertama dalam kehidupan anak.
Rengasdengklok dipilih sebagai lokasi pertemuan karena terpencil, 15 km dari Kedunggede, Karawang pada jalan raya Jakarta-Cirebon. Gerakan tentara Jepang diperkirakan akan mudah terdeteksi baik dari arah Jawa Tengah, Jakarta, maupun Bandung. Pasukan Peta sendiri bersiap menahan di Kedunggede.
Teks proklamasi dirumuskan oleh Sukarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo. Mulanya, naskah proklamasi ditulis tangan oleh Sukarno dan setelah disepakati baru diketik oleh Sayuti Melik.
Sekelompok orang memperingati Hari Karbala yang terjadi saat Muharram dengan cara melukai dirinya sendiri. Itu tidak diperbolehkan menurut Alquran dan hadis.
Sufi ar-Rudzbari: Selama engkau belum keluar sepenuhnya dari dirimu, engkau belum masuk ke dalam batas cinta.
"Dan puasa di hari Asyura saya berharap kepada Allah agar dapat menghapuskan (dosa) setahun yang lalu." (HR Muslim).
"Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya, ‘Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih afdhal?' Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram,” (HR Ibnu Majah).