Tak Hanya di Sumut Bulan Sabit Diiringi Bintang Juga Muncul di Sultra, Begini Penjelasan BMKG

Bulan sabit terbit bersama satu bintang, muncul di puasa kedua ramadan 1444 H. (Istimewa)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id[dibaca: exsil nius] – Fenomena kemunculan bulan sabit dibarengi satu bintang diatas sebelah kirinya, bertepatan pada puasa kedua di ramadan 1444 hijriah, terjadi malam 24 Maret 2023 saat adzan maghrib.

Bukan saja di langit daerah Sumatera Utara, bulan sabit indah itu juga muncul di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan sekitarnya.

Dikutip dari TribunnewsSultra.com, sejak pukul 18.35 WITA bulan sabit tersebut sudah nampak jelas.

Berdasarkan penjelasan dari BMKG, fenomena ini terjadi lantaran ada peristiwa konjungsi antara bumi, matahari, dan planet.

“Malam ini pada 24 Maret 2023 terjadi sebuah fenomena langit yaitu terjadinya konjungsi antara venus dan bulan sabit,” ungkap Analis gempa bumi BBMKG Wilayah I Medan, Hanif Zarkasi, Jumat (24/3/2023) dilansir dari detiksumutcom

Adapun fenomena konjungsi merupakan fenomena yang terjadi saat bumi, matahari, dan planet berada dalam satu garis lurus, sejajar, atau terlihat berdekatan saat diamati di permukaan bumi.

Baca Juga  165 Desa Lokus Prioritas, Afandin: Kerja Kolaboratif  Penting Turunkan Stunting

Hanif menyebutkan fenomena ini dapat terjadi beberapa kali dalam setahun. Hal ini tak menyebabkan efek terhadap peristiwa yang berbahaya.

“Fenomena berupa konjungsi benda langit ini bisa terjadi beberapa kali dalam setahun dan tidak berefek apapun terhadap Bumi, seperti potensi bahaya tsunami atau gempa bumi. Selain itu, juga tidak akan menyebabkan fenomena astronomis lainnya,” pungkasnya.

Diketahui munculnya bulan sabit sempurna dengan ditemani satu bintang tepat di atas sebelah kiri dari ujung bulan sabit. Keindahannya semakin memukaui dengan tampilan warna langit yang membiru tuah.

Baca Juga  Afandin Dukung 2 Atlet Langkat Tanding di Kejuaraan Nasional

Kemunculannya terlihat saat kaum muslim tengah berbuka puasa, tepatnya selepas adzan magrib.

Seakan bulan sabit itu tersenyum kecil memberikan ucapan selamat berbuka atas kemenangan kaum muslimin yang berhasil menahan lapar dan dahaga, menjalankan kewajiban ibadah puasa satu hari penuh.

“Iya saya melihatnya. Tadi kebetulan buka puasanya di depan dapur, terus di chat melalui whatsapp sama abang saya yang sedang berada di Medan. Disuruh lihat keluar, liat bulan,” ujar Santoso menuturkan, di Stabat, Langkat.

Baca Juga  Masjid Raya Salapian Perlukan Dana Rp4,3 Miliar, Afandin Letakkan Batu Pertama

Ia pun langsung beranjak ke luar rumah untuk melihat kearah langit. Sontak dirinya pun terkagum melihat keunikan bulan sabit yang ditemani satu bintang diatasnya.

“Baru liat ini seumur hidup, unik dan cantik kali bulan sabitnya yang ditemani bintang,” ungkapnya.

Menurutnya, fenomena langkah tersebut juga disaksikan sejumlah temannya yang berada di daerah lain di Sumut. Temannya mengabari dirinya lewat pesan whatsapp. Diantaranya Tebingtinggi, Batubara, Medan, Deliserdang, dan Binjai.

“Kawan diluar daerah juga ngabarin, kalau mereka juga liat bulan itu,” sebutnya.

Tak berselang lama, fenomena itu pun menghilang. Bintang bergeser kebawah bulan, dan warna langit berangsur-angsur tidak biru lagi, menjadi gelap sesuai keadaan langit di malam hari.(*)
Reporter: M Surbakti
Editor: M Afandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us