Tindakan Purbaya dalam Mengambil Langkah Menurunkan Angka Mata Uang Indonesia

Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Dalam beberapa tahun terakhir, nilai tukar mata uang Indonesia, khususnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, menjadi perhatian utama para pelaku ekonomi dan pemerintah.

Fluktuasi nilai tukar sering kali dipengaruhi oleh berbagai faktor global, seperti ketidakpastian ekonomi dunia, perubahan suku bunga The Fed, serta kondisi geopolitik internasional.

Di tengah situasi tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), berperan penting dalam menjaga stabilitas sektor keuangan nasional agar tekanan terhadap nilai tukar rupiah dapat diminimalkan.

  1. Penguatan Stabilitas Sistem Keuangan

Langkah pertama yang diambil oleh Purbaya adalah memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga. Melalui koordinasi erat dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan, LPS aktif memantau kondisi perbankan nasional.

Ketika sistem keuangan kuat dan likuiditas bank terjaga, kepercayaan investor meningkat — dan hal ini berdampak positif terhadap nilai rupiah.

Purbaya menekankan bahwa kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan merupakan pondasi utama dalam menghadapi tekanan eksternal. Oleh karena itu, LPS memastikan penjaminan simpanan masyarakat tetap aman sehingga tidak terjadi kepanikan yang dapat memicu pelemahan mata uang.

  1. Sinergi Kebijakan Moneter dan Fiskal
Baca Juga  DPRD Sahkan Ranperda Penyertaan Modal Perseroda Langkat Setia Negeri

Langkah strategis lainnya adalah mendorong sinergi antara kebijakan moneter dan fiskal. Ketika inflasi terkendali dan defisit anggaran dikelola dengan baik, investor melihat adanya prospek stabilitas ekonomi jangka panjang.

Dalam berbagai kesempatan, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah dan lembaga keuangan harus satu visi dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional agar nilai tukar tidak tertekan.

Dengan kolaborasi tersebut, LPS turut membantu memastikan kebijakan stimulus ekonomi tetap efektif tanpa menimbulkan tekanan terhadap cadangan devisa atau lonjakan permintaan dolar.

  1. Penguatan Cadangan Devisa dan Kepercayaan Pasar

Salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas mata uang adalah ketersediaan cadangan devisa. Walau LPS tidak secara langsung mengelola devisa, langkah-langkah yang ditempuh untuk menjaga ketahanan sistem keuangan berkontribusi pada peningkatan kepercayaan pasar.

Baca Juga  KORPRI Pemko Binjai Natalan, Ini Harapan Amir Hamzah

Investor asing yang melihat fundamental ekonomi Indonesia stabil cenderung menahan investasinya di dalam negeri, sehingga tekanan terhadap rupiah menurun. Purbaya juga mendorong transparansi kebijakan dan komunikasi publik yang efektif agar pasar tidak mudah terpengaruh isu-isu negatif yang dapat memperlemah nilai tukar.

  1. Antisipasi Risiko Global

Dalam menghadapi dinamika global, Pak Purbaya menegaskan pentingnya manajemen risiko yang adaptif. LPS secara aktif melakukan simulasi stres (stress test) untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan ekonomi global terhadap sektor keuangan domestik.

Dengan kesiapan ini, langkah-langkah preventif dapat segera diambil sebelum dampak negatif terhadap rupiah terjadi.

Kekurangan kebijakan ini

Dalam penerapan kebijakan ini terdapat sebuah kekurangan yaitu biaya operasional dan biaya perubahan nilai mata uang yang ditetapkan. Berikut adalah kekurangan kebijakan yang diambil oleh Menteri Keuangan kita yang satu ini.

  • Biaya operasional
    Kebijakan ini diambil pastinya untuk memperjuangkan kemakmuran rakyat. Namun dalam pengimplementasiannya dilapangan terdapat biaya ini dan itu. Karena, perubahan suatu kebijakan pasti ada setidaknya dana yang keluar
  • Keinginan rakyat
    Biasanya apabila ada kebijakan baru, rakyat atau netizen pasti saja ada yang pro dan kontra. Dibalik adanya keuntungan dibelakang kebjakan ini, pasti saja ada sebuah kekurangan yang tidak berpihak pada sebagian masyarkat.
Baca Juga  Keluhan Pedagang Rest Area Jalan Tol di RDP-kan Komisi III DPRD Langkat

Kesimpulannya adalah Melalui kebijakan yang hati-hati, terukur, dan berbasis data, Purbaya Yudhi Sadewa berhasil menunjukkan bahwa stabilitas keuangan adalah kunci utama dalam menurunkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Langkah-langkah koordinatif antar lembaga keuangan, penguatan kepercayaan publik, serta respons cepat terhadap perubahan global menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan mata uang Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.(*)

Penulis : Muhammad Radi Aziqri, Mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah, Universitas Tazkia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us