Tolak Makan Gratis, Ribuan Siswa di Paniai Papua Tengah Long March 4 Km

Tolak makan gratis: Aksi jalan kaki 4 kilometer ribuan pelajar di Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Senin (24/2/25). (nabire.net)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Tolak makan gratis, ribuan pelajar turun kejalan dari siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA di Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Aliansi Pelajar se-Kabupaten Paniai ini menggelar long march (jalan kaki) sejauh 4 kilometer dimulai dari lapangan Karel Goba ke Kantor Bupati di Madi. Mereka dikawal ketat pihak kepolisian.

Aksi ini bentuk penolakan program makan gratis yang diberlakukan pemerintah pusat.
Para pelajar lebih memilih agar dana tersebut dialihkan untuk pendidikan gratis.

Aksi ini berlangsung pada Senin (24/2/25), dan mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Salah satu koordinator aksi, Obet Muyapa, menyampaikan alasan di balik penolakan tersebut.

Baca Juga  HPN 2023, Lima Seruan Pers dari Sumatera Utara

Menurutnya, program makan gratis tidak terlalu dibutuhkan karena orang tua mereka masih mampu menyediakan makanan untuk anak-anaknya.

Sebaliknya, mereka lebih membutuhkan akses pendidikan yang berkualitas tanpa harus terbebani biaya sekolah.

Baca Juga  Ribuan Paket Sembako Kapolri Bantu Warga Papua Terdampak Kekeringan

“Kami menolak makan gratis, namun memilih pendidikan gratis. Orang tua kami mampu memberikan makan tiga kali sehari. Makan kami ada di rumah, tetapi kami seakan dipaksa menerima kebijakan pusat. Ini sama saja membunuh masa depan kami,” ujar Obet Muyapa.

Aksi ini mencerminkan semangat juang para pelajar di Kabupaten Paniai dalam memperjuangkan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik.

Mereka berharap pemerintah, baik pusat maupun daerah, lebih memprioritaskan pembangunan pendidikan dibandingkan program makan gratis.

Baca Juga  5.500 Mahasiswa UINSU KKN di 100 Desa Batubara & 85 Desa Langkat

Tuntutan Pendidikan Gratis

Para pelajar berharap pemerintah dapat mengalokasikan anggaran lebih besar untuk sektor pendidikan.

Mereka menilai, program makan gratis bukan solusi utama bagi kemajuan pendidikan di wilayah mereka. Sebaliknya, pendidikan gratis dan fasilitas belajar yang memadai menjadi prioritas utama.(*)
Sumber: nabire.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us