Vladimir Putin Didesak Akhiri Perang Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Dok.AFP)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Setelah Moskow melanjutkan serangan ke Kyiv pasca jeda seminggu akibat cuaca dingin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pun mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri perang Ukraina yang hampir empat tahun lamanya. Pesan ini disampaikan Trump pada Selasa (3/2/2026) waktu setempat.

“Saya ingin dia mengakhiri perang,” kata Trump ketika ditanya oleh seorang wartawan di Gedung Putih tentang serangan terbaru Rusia tersebut.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (4/2/2026), saat ditanya apakah ia kecewa karena Putin tidak memperpanjang jeda serangan tersebut, Trump menjawab: “Saya ingin dia melakukannya.”

Namun, Trump mengatakan bahwa Putin “menepati janjinya” dengan apa yang disebutnya sebagai penghentian serangan dari hari Minggu hingga Minggu berikutnya. Dia menambahkan: “Itu banyak, Anda tahu, satu minggu, kami akan menerima apa pun, karena di sana benar-benar sangat dingin.”

Baca Juga  Tepung Tawari 2.635 Calhaj, Walikota Medan Minta Camat Pantau Rumah

Sementara itu, Gedung Putih mengatakan bahwa Trump “tidak terkejut” setelah Rusia kembali melancarkan serangan intensif terhadap Ukraina.

“Saya berbicara dengan presiden tentang hal itu pagi ini, dan reaksinya, sayangnya, tidak terkejut,” kata Sekretaris Pers Karoline Leavitt kepada wartawan.

Baca Juga  Forkopimda Sepakat, Bersama Jaga Keamanan Langkat

“Ini adalah dua negara yang telah terlibat dalam perang yang sangat brutal selama beberapa tahun, perang yang tidak akan pernah dimulai jika presiden masih menjabat,” tambahnya.

Trump sebelumnya telah berulang kali menyalahkan pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden, atas invasi Rusia tahun 2022, dengan mengatakan bahwa Putin tidak akan melancarkan invasi jika ia berkuasa.

Pada Selasa (3/2) malam waktu setempat, Rusia melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas energi Ukraina. Serangan tersebut menyebabkan ratusan ribu orang tanpa pemanas di tengah suhu dingin.

Serangan Rusia tersebut dilakukan saat suhu turun ke titik terendah sejak awal perang pada Februari 2022. Serangan itu menewaskan dua remaja di kota Zaporizhzhia dan merusak monumen Perang Dunia II era Uni Soviet.

Baca Juga  Hari Pertama Operasi Patuh Toba, 1.423 Pelanggar Ditindak Polisi

Serangan itu terjadi sehari sebelum para negosiator Ukraina dan Rusia dijadwalkan bertemu untuk putaran kedua pembicaraan yang dimediasi oleh AS di Abu Dhabi.

Sumber : detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us