Warga Jawa Timur Resah Puluhan Motor “Brebet” Diduga Akibat Pertalite Bercampur Air

Bila motormu brebet setelah isi Pertalite segera berhenti di tempat aman, jangan paksakan, dan hindari berkendara jauh. Simpan bukti (struk, foto SPBU, foto cairan dalam tangki).
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Belakangan ini warga sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur mengeluhkan motor yang tiba-tiba mbrebet (tersendat) hingga mogok setelah mengisi bensin jenis Pertalite.

Laporan datang dari wilayah seperti Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, Kediri, dan Gresik dan puluhan unit motor dipenuhi bengkel dalam beberapa hari terakhir.

Keluhan mulai ramai sejak akhir minggu lalu, pengendara mengisi Pertalite di SPBU setempat, lalu beberapa menit sampai beberapa kilometer setelahnya mesin tersendat atau mati.

Banyak pemilik motor yang kemudian menguras tangki atau membawa kendaraan ke bengkel untuk pengecekan. Hasil sementara dari beberapa bengkel menunjukkan bahan bakar yang dikuras memiliki tekstur/aroma berbeda atau ada lapisan cairan bening di dasar tangki.

Ini adalah beberapa Kutipan dari keterangan para korban:

“Barusan beli Pertalite di SPBU Gunung Sari, sampai di jembatan motor jadi brebet dan mati,” – Dedik Setyawan, pelapor lewat radio lokal.

“Tiba-tiba mesin macet, baunya beda, seperti alkohol,” – Adril, warga Kediri yang motornya bermasalah setelah isi Pertalite.

Baca Juga  13 Agustus 2023 Rencana Diaktifkan Dermaga Pertamina di Pangkalan Brandan

“Saya dapat cairan bening di tangki yang diduga air,” – Sela, warga Surabaya (laporan media sosial dari bengkel setempat).

Apa kata mekanik dan bengkel?

Montir melaporkan gejala serupa brebet pada mesin, tarikan berat, busi cepat mati. Tindakan darurat yang sering dilakukan adalah menguras tangki, mengganti busi, dan membersihkan saluran bahan bakar yang biasanya memulihkan sementara. Beberapa mekanik menduga ada kontaminan atau air dalam BBM.

Pendapat ahli permesinan / perminyakan
Prof Bambang (pakar teknik mesin ITS) menjelaskan bahwa jika bensin tercampur air, air yang tidak terbakar akan menyebabkan misfire (brebet) karena campuran udara-bahan bakar menjadi terlalu “lean” atau tidak konsisten.

Dia juga menunjuk kemungkinan endapan/gum di tangki SPBU dan perbedaan RON sebagai faktor pendukung masalah. Intinya: kualitas bahan bakar yang tak konsisten atau kontaminasi (air/partikel) dapat menyebabkan gejala yang dilaporkan.

Baca Juga  Mimpi Afandin Ada Dermaga Umum Sebagai Kawasan Industri di Pangkalan Susu

Respons resmi dari pertamina yang menyatakan menerima laporan, membuka posko pengaduan, dan melakukan pemeriksaan kualitas BBM di titik-titik terkait; di beberapa lokasi petugas gabungan (polisi + Pertamina) juga melakukan sidak ke SPBU.

Hasil pemeriksaan awal yang bervariasi beberapa laporan menyebut pemeriksaan menemukan kondisi SPBU “aman”, namun investigasi lanjutan terus berjalan. Polisi di beberapa daerah juga melakukan pengecekan mendadak.

Catatan teknis dan kemungkinan penyebab lain (ringkas)

  1. Air di tangki SPBU air mengendap di dasar tangki; jika pompa mengambil dari bagian bawah, air bisa tersedot ke kendaraan.
  2. Kontaminan / gum / karat pada tangki penyimpanan kotor bisa mengirim partikel yang menyumbat filter/injektor.
  3. Perbedaan RON & sifat bensin motor modern sensitif terhadap perubahan kualitas BBM; meskipun bukan penyebab tunggal, ini memperburuk gejala.
  4. Adanya etanol/alkohol beberapa pemeriksaan dan cek fakta menunjukkan kemungkinan campuran lain (mis. etanol) dalam beberapa uji viral; ini kompleks dan butuh pengujian laboratorium.
Baca Juga  5 Program Besar Pertamina EP Pangkalan Susu Kembalikan Kejayaan Perminyakan Langkat

Imbauan untuk pengguna motor (praktis dan cepat)

Bila motormu brebet setelah isi Pertalite segera berhenti di tempat aman, jangan paksakan, dan hindari berkendara jauh. Simpan bukti (struk, foto SPBU, foto cairan dalam tangki).

Buka laporan ke SPBU dan ke Pertamina (posko pengaduan) agar ada jejak resmi.
Jika perlu, bawa ke bengkel untuk tindakan: kuras tangki, ganti busi, bersihkan filter/injektor.

Kasus motor brebet massal di Jatim saat ini layak dipercaya (bukan hoaks semata) banyak laporan korban, mekanik yang menerima unit serupa, dan respons dari Pertamina serta pihak kepolisian.

Namun penyebab pastinya masih memerlukan verifikasi laboratorium (uji kualitas BBM) dan penyelidikan rantai distribusi apakah masalah ada di SPBU tertentu, saat distribusi, atau praktik oplosan. Sementara itu, konsumen dianjurkan berhati-hati dan melaporkan setiap kejadian.(*)

Penulis : Harits, Mahasiswa Universitas Tazkia Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us