Saat dunia serasa berduka, menderita dan menjadi korban akibat penyebaran pandemi covid19. Kita tidak boleh patah arang.
Diakui beberapa tahun terakhir negara negara di Eropa seperti Spanyol, Yunani dan Portugal dihadapkan pada masa kirisis.
Demikian juga dengan kondisi ekonomi Amerika tiga tahun terakhir yang mengalami keterpurukan. Sama negeri tirai bambu (China) menduduki peringkat kedua sebagai raksasa ekonomi dunia, harus lumpuh karena wabah covid19.

Begitu juga dengan kondisi dalam negeri sendiri (Indonesia) ikut mengalami krisis. Belum lagi akibat PHK kerja yang dialami oleh saudara saudara kita.
Sehingga kita namakan ini adalah sebuah bencana (WEI).
Lantas, pantaskah kita harus pasrah ? Mari kita flashback ke masa lalu.
Virus corona sampai hari ini belum menjadi virus yang membunuh dengan jumlah terbanyak. Masih banyak hal lainnya seperti SARS pada tahun 2003 dengan angka kematian 9 persen. Lalu MERS pada tahun 2012 dengan angka kematian 34 persen. Bahkan Ebola lebih banyak berjatuhan korban mencapai 50 persen pada tahun 1976.
Semua itu telah dilalui. Bahkan perang perang yang membuat dunia berubah pun juga telah berlalu, yaitu perang dunia I (satu) dan perang dunia ke II (dua).