Selain itu, ia juga berharap masyarakat untuk tetap menggunakan aplikasi peduli lindungi dalam membantu tracing COVID-19.
“Tetap laksanakan pengecekkan dan pastikan masyarakat aman, dan tetap kita harus terus menggalakkan Peduli Lindungi, dimana setiap masyarakat yang akan mudik wajib memiliki identitas sertifikat vaksin,” ucapnya.
Ia pun menyampaikan akan dibangun posko-posko keamanan pelayanan dan terpadu untuk mengantisipasi arus mudik ini.
“Jika ada masyarakat yang akan mudik dan belum mengikuti vaksinasi bisa langsung mendapatkan di posko-posko ini,” sebutnya.

Rapat juga dibahas BLT minyak goreng yang akan diberikan kepada masyarakat, dan dalam pelaksanaannya, personil TNI Polri juga akan turun mengamankan. Kedepannya akan diterapkan Operasi Ketupat yang rencananya akan menurunkan sebanyak 144.392 personil.
Menteri Kordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP menyampaikan target mudik pada tahun ini adalah tetap menerapkan protokol kesehatan guna menekan laju penyebaran COVID-19.
Selain itu, ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar ditargetkan aman dalam menghadapi arus mudik yang diperkirakan dimulai satu minggu sebelum lebaran.(*)