20 Persen APBD ke Pendidikan, Pemkab Langkat Dukung Guru Penggerak

Direktur GTK Dikdas Kemendikbudristek, Dr Rachmadi Widdiharto MA, Jumat (1/12/23) di ruang pola Kantor Bupati Langkat, Stabat. (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Pemerintah Kabupaten Langkat mendorong dan mendukung program Pendidikan Guru Penggerak yang merupakan program pemerintah pusat dapat berjalan baik.

Turut mendukung implementasi Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (PermendikbudRistek) Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

Disampaikan Sekdakab Langkat Amril pada audiensi program Pendidikan Guru Penggerak dan Implementasi Permendikbudristek No 40 tahun 2021, di ruang pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Jumat (1/12/2023).

“Kami punya komitmen yang kuat untuk meningkatkan SDM dan kualitas pendidikan Kabupaten Langkat,” tandas Sekda.

Bentuk komitmen Pemkab Langkat dalam mendukung dunia pendidikan mengalokasikan 20 persen APBD Langkat untuk dunia pendidikan.

“Itu merupakan bentuk komitmen kami untuk memajukan pendidikan di Langkat,” tuturnya.

Baca Juga  Berikut Amat Menteri Agama RI pada Peringatan Hari Santri 2022

Saat ini Langkat memiliki sekitar 600 lebih sekolah dasar dan guru penggeraknya baru 200-an atau sekitar 30 persen.

Turut hadir digiat itu Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (Direktur GTK Dikdas) Kemendikbudristek, Dr Rachmadi Widdiharto MA.

Pihaknya berharap program prioritas kementrian seperti sekolah penggerak, guru penggerak, kurikulum merdeka, transisi PAUD ke SD bisa dijalankan dengan baik.

Baca Juga  Binjai City FC VS Brimo FC di Final Beringin Cup

Menurutnya, Pemkab Langkat telah menunjukkan progres yang cukup signifikan khususnya tentang program Kemendikbudristek.

“Kami berharap lebih dimaksimalkan lagi peran dan tugasnya,” sebutnya.

Program guru penggerak, dijelaskannya, sebagai agen perubahan untuk mewujudkan merdeka pelajar.

Karakteristik yang diharapkan dari merdeka pelajar adalah beriman dan bertakwa, kebhinekaan, kreatif, dan berpikir kritis.

“Guru penggerak nantinya untuk ditempatkan sebagai pengawasan pendidikan, pengawasan sekolah dan kepala sekolah,” jelasnya.

Juga diharapkan, guru penggerak dapat mendorong pelatih bagi guru yang lain, menjadi teladan dan agen tranformasi bagi pendidikan, serta mendorong tumbuh kembang murid secara holistik.

Baca Juga  Wartawan Madina Dianiaya, PWI & SMSI Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

“Harapan kami sebagai agen perubahan, 5 persen dari jumlah guru di Indonesia harus jadi guru penggerak,” ujarnya.

“Target untuk guru penggerak sebanyak 407 ribu. Ditargetkan 400 ribu guru penggerak di tahun 2024 untuk menjadi virus positif dan agen perubahan pendidikan Indonesia,” ungkapnya.

Turut hadir Kepala Balai Besar Guru Penggerak Pemprov Sumut Dr Joko Ahmad Julifan, Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan Pemprov Sumut Drs Irwan Safi’i MPd, Kadis Pendidikan Langkat Dr Saiful Abdi, serta pejabat jajaran Pemkab Langkat.(*)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: Fakhrur Rozi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us