AXIALNEWS.id | Manfaat madu banyak untuk anak jika memahami cara tepat pemberiannya. Sebab meski madu kaya akan nutrisi penting, anak kecil tidak boleh sembarangan minum madu, lho!
Anak boleh minum madu setelah berusia 1 tahun.
Orang tua tidak boleh memberikan madu untuk anak berusia kurang dari 1 tahun, baik dalam bentuk asli atau sebagai pengganti gula.
Sebab, madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang menghasilkan racun berbahaya dan menyebabkan infeksi botulisme mematikan pada anak di bawah 12 bulan.
Madu sering digunakan sebagai obat alami untuk berbagai masalah kesehatan. Berikut manfaatnya untuk anak yang perlu Mama pahami:
Madu dapat digunakan sebagai obat batuk alami anak, termasuk untuk meredakan batuk di malam hari.
Beberapa studi dalam European Journal of Pediatrics (2023) menyimpulkan, madu bisa lebih efektif meredakan batuk akut pada anak dibandingkan plasebo atau tanpa pengobatan.
Penelitian lain menyebutkan, madu bersifat antibakteri dan antiinflamasi yang juga efektif untuk meredakan sakit tenggorokan akibat batuk terus-menerus.
Namun, dokter tetap tidak menyarankan penggunaan madu untuk batuk pada anak berusia di bawah 1 tahun.
Madu untuk anak telah diteliti memiliki efek positif terhadap sistem kekebalan tubuh, terutama karena sifat antioksidan, antimikroba, dan imunomodulatornya.
Madu merangsang kerja sel-sel imun dan membantu tubuh melawan infeksi. Kandungan alaminya juga bisa memperkuat sistem kekebalan secara bertahap.
Penelitian menyebutkan, madu mengandung antioksidan polifenol yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat radikal bebas penyebab berbagai penyakit.
Penelitian lain di Nusa Tenggara Timur menemukan, anak usia 2–5 tahun yang rutin minum madu selama 8 minggu mengalami peningkatan gizi. Gizi yang lebih baik bisa membantu daya tahan tubuh anak lebih kuat.
Madu bermanfaat sebagai sumber energi pada anak. Sekitar 95% kandungan madu terdiri dari karbohidrat, terutama fruktosa dan glukosa.
Dalam proses pencernaan, fruktosa dan glukosa dapat dengan cepat diangkut ke dalam darah dan dapat dimanfaatkan untuk energi pada tubuh manusia.
Manfaat madu untuk anak juga mampu mempercepat penyembuhan luka. Sifat antimikroba diketahui dapat membantu mengobati gigitan serangga, luka bakar, bisul, dan luka.
Caranya, campurkan madu dengan minyak zaitun, lalu oleskan pada kulit anak yang terluka.
Selain itu, mengoleskan madu pada sariawan si Kecil dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses penyembuhan.
Memberikan madu juga membantu menjaga pencernaan dan imunitas anak.
Sebab, madu adalah salah satu sumber prebiotik fructooligosaccharides (FOS) alami yang dapat merangsang pertumbuhan bakteri baik di usus.
Salah satu tugas utama bakteri baik dalam usus adalah menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh, karena sekitar 70–80% sel kekebalan tubuh berada di usus.
Ini menjadikan usus sebagai organ kekebalan tubuh terbesar. Usus juga merupakan tempat utama interaksi antara sistem imun dan mikrobioma usus.
Minum madu dengan rutin bisa jadi salah satu solusi anak susah makan. Penelitian menyebutkan, ada pengaruh madu yang signifikan terhadap perubahan status gizi pada anak.
Anak yang minum madu terlihat lebih bersemangat, lincah, jarang terjangkit penyakit, dan berat badannya naik.
Peneliti menemukan bahwa madu mengandung melatonin. Diketahui, melatonin adalah hormon yang bisa memicu kantuk sehingga tidur lebih nyenyak.
Tidur yang berkualitas merangsang hormon pertumbuhan pada anak. Jadi, proses proses tumbuh kembang si Kecil pun akan lebih optimal.
Madu yang paling aman untuk anak adalah madu mentah, karena minim proses dan kandungan gizinya tetap terjaga. Salah satu yang direkomendasikan adalah madu manuka.
Madu manuka mengandung metilglioksal, senyawa khusus yang bisa melawan bakteri, jamur, parasit, dan virus. Senyawa ini tidak ditemukan pada madu jenis lain.
Orang tua tidak usah khawatir, karena madu mentah aman dikonsumsi anak usia 1 tahun ke atas. Meski begitu, tetap pastikan anak tidak punya alergi terhadap produk lebah.
Anak boleh minum madu setiap hari jika usianya sudah di atas 1 tahun. Namun, porsinya dibatasi hanya ½ sendok teh per hari.
Sebab, madu tetap termasuk sebagai sumber gula tambahan, dan anak 1 tahun belum boleh banyak mengonsumsi gula.
Lalu untuk anak usia 2 tahun, American Academy of Pediatrics (AAP) membatasi konsumsi gula tidak lebih dari 25 gram atau setara 6 sdt gula tambahan setiap hari.
Kenalkan madu dalam makanan si Kecil secara bertahap. Gunanya, agar orang tua bisa melihat adanya reaksi alergi pada madu atau tidak.
Selain itu, anak membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tekstur dan rasa manis dari madu.
Supaya manfaat madu untuk anak maksimal, ada beberapa cara tepat memberikannya pada si Kecil berikut ini:
Itu dia penjelasan manfaat madu untuk anak dan cara pemberiannya yang aman. Hal yang perlu ditekankan adalah jangan memberikan madu bila anak berusia di bawah 1 tahun.(*)
Sumber : nutriclub.co.id