AXIALNEWS.id | Pemkab Langkat menerima sertifikat daerah fokus belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI melalui Co – Kapten belajar.id Kabupaten Langkat.
Sertifikat diterima oleh Plt Bupati Langkat Syah Afandin yang diserahkan Kadis Pendidikan Langkat Syaiful Abdi, di Rumah Dinas Bupati Langkat, Stabat, Kamis (11/5/2023).
Plt Bupati Langkat mengapresiasi Dinas Pendidikan Langkat yang telah meraih peringkat pertama sertifikat daerah fokus belajar dari Kemendikbudristek RI dalam penambahan aktivitas akun belajar.id tertinggi di Sumut.
“Ini adalah prestasi yang sangat membanggakan untuk dunia pendidikan Langkat,” ujarnya.
“Akun tersebut bisa memudahkan pelajar dan tenaga pengajar dalam melakukan proses belajar mengajar,” sambungnya menjelaskan. Afandin pun berharap Dinas Pendidikan Langkat terus berinovasi demi kemajuan pendidikan di Langkat.
Kadis Pendidikan Langkat menjelaskan bahwa Langkat meraih peringkat pertama se-Sumatwra Utara dalam penerapan pembelajaran atas pencapaian dalam penambahan aktivasi akun belajar.id tertinggi periode 1 Juli – 11 November 2022.
Penghargaan yang didapat Langkat ini di Episode Merdeka ke – 15 dari 22 episode yang dilakukan oleh Kementerian. Dimana ada 33 peserta kabupaten/kota yang ada di Sumatera Utara, termasuk 17 daerah yang menjadi sasaran belajar.
Saiful Abdi juga menerangkan akun itu memudahkan pelajar dan tenaga pengajar melakukan proses belajar mengajar, serta dapat berbagi dan mendapatkan informasi dari seluruh sekolah di Indonesia.
“Keuntungannya, kita dapat mengakses metode pembelajaran yang ada di kabupaten/kota seluruh Indonesia, untuk perbandingan selanjutnya meningkatkan mutu pendidikan di Langkat,” terangnya.
Akun belajar.id, jelas Saiful Abdi, merupakan platform dengan metode pembelajaran digital dari Kemendikbudristek untuk memudahkan pendidik dan peserta didik dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam akses layanan pembelajaran.(*)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: Fakhrur Rozi