AXIALNEWS.id | Raimuna Daerah Gerakan Pramuka Sumut ke VIII Tahun 2023 digelar di Kabupaten Langkat. Plt Bupati Langkat Syah Afandin turut hadiri upacara Raimuna di Lapangan Alun-alun Tengku Amir Hamzah Stabat, Langkat, Selasa (4/7/2023). Giat ini dimeriahkan berbagai atraksi hingga tarian persembahan siswa SLB (tunarungu).
Syah Afandin mengaku bangga atas pelaksanaan Raimuna Daerah yang dipercayakan di Langkat sebagai tempat penyelenggaraannya. Dirinya pun mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Sumut beserta rombongan. “Salam masyarakat Langkat kami sampaikan,” sebutnya.
Afandin juga mengucapkan selamat datang kepada para peserta dan pembina pendamping Raimuna, kiranya dapat mengikuti dengan baik dan penuh semangat dengan harapan dapat menjadi pengalaman tersendiri selama berada di Langkat.

Kemudian, dijelaskan Ondim sapaan akrabnya, Raimuna berasal dari bahasa daerah Yapen Waropen Papua yang berarti sekelompok orang dengan tujuan tertentu yang dijiwai oleh suatu kekuatan yang bernilai baik dengan memberi semangat tinggi dalam mencapai tujuan dan kesuksesan.
Didasari hal tersebut, maka sampai saat ini gerakan Pramuka menggunakan Raimuna sebagai wadah yang tepat dalam segi pengembangan diri meningkatkan kualitas dan pendorong kemajuan generasi bangsa.
“Harapan kita bersama kegiatan ini dapat berjalan lancar dan sukses serta mencapai sasaran sebagaimana tujuan pelaksanaannya dalam menciptakan generasi yang berkualitas mandiri, maju dan berkarakter dalam ikut serta mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045,” tambahnya mengakhiri.

Selain itu, Ondim menyampaikan komitmen Pemkab Langkat untuk memberikan perhatian kepada Gerakan Pramuka, seperti pembangunan bumi perkemahan serta akan menambah sarana lainnya, sehingga dapat dimanfaatkan untuk latihan.
Selanjutnya Gubernur Edy Rahmayadi usia membuka Raimuna, menyampaikan pesan di hadapan sekitar 2.000 peserta Raimuna dari seluruh kabupaten/kota, bahwa Indonesia memang tidak memberlakukan wajib militer seperti di beberapa negara.
“Di Indonesia tidak dilakukan wajib militer, tetapi bela negara diwajibkan sebagai bentuk kesiapan komponen cadangan. Inilah Pramuka salah satunya,” ujar Gubernur.

Karena itu, lanjut Gubernur, dirinya berpesan kepada para generasi muda untuk berdiri tegak dengan sikap disiplin, serta berlatih mental dan fisik untuk memenuhi komponen bela negara tersebut. Sebab materi kepramukaan ada di dalamnya latihan smafor (mengirimkan berita melalui kode menggunakan sepasang bendera), morse (sandi/tanda baca), penggunaan tali temali, kompas, hingga obat-obatan dan kegiatan lapangan yang harus dikuasai sampai tingkat mahir.
“Inilah yang harus kita jadikan sebagai kesiapan Pramuka dalam membela bangsa dan negara, khususnya di Sumatera Utara. Untuk itu saya ucapkan selamat mengikuti kegiatan Raimuna Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara yang ke-8,” jelas Gubernur.

Dari momentum ini, Gubernur juga mengamanatkan agar Pramuka menjadi kurikulum penting, agar pencapaian kemampuan diri hingga mahir bisa disiapkan. Mulai dari siaga, penggalang, penegak dan pandega, perlu diatur secara rutin hingga kegiatan evaluasi.(*)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: Fakhrur Rozi