AXIALNEWS.id | Operasional supir dan kernet berserta pekerja lainnya Bus Trans Binjai diperkirakan menghabiskan anggaran Rp75 juta per bulan. Biaya itu diambil dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Pemko Binjai.
Kepala UPT Bus Trans Binjai, Supardi Tambah menjelaskan ada sekitar 50 pekerja di Bus Trans Binjai. Mereka para pekerja honorer terdiri dari kordinator lapangan, pengawas, supir, kernet, dan penjaga malam. Untuk gaji per orangnya mulai dari Rp1.250.000 sampai Rp 1.800.000 disetiap bulan.
“Untuk gaji mereka mulai dari Rp1,250 juta sampai Rp1,8 juta,” sebut Supardi, Rabu (30/8/2023) di Kantor Dishub Kota Binjai, Jl Perintis Kemerdekaan, Kebunlada, Kecamatan Binjai Utara.
Terpantau kondisi Bus Trans Binjai banyak yang terparkir tidak beroperasi, namun pekerja tetap di gaji. Jika diratakan perorang menerima gaji Rp1.500.000 per bulan, dikalikan 50 orang pekerja, totalnya yang harus dikeluarkan per bulannya dari APBD untuk gaji saja mencapai Rp75 juta.

Besaran anggaran yang keluar ini, belum ditambah lagi dengan biaya bahan bakar minyak (BBM), biaya pembelian onderdil yang harus diganti, dan biaya kerusakan Bus.
Bijaknya, dengan kondisi APBD Kota Binjai yang sedang Defisit Anggaran seharusnya langkah yang diambil sebagai jalur alternatif memangkas operasional yang tidak produktif. Seperti Bus Perintis yang dahulu berjalan kini sudah di berhentikan operasionalnya, karena sepi penumpang dan tidak mendapat profit.
Hal ini tidak jauh berbeda dengan Bus Trans Binjai yang beroperasi namun kurang diminati masyarakat hingga sepi penumpangnya, walaupun gratis ini sebagai tolak ukur Pemerintah Kota Binjai mengambil langkah bijak.
Diketahui Bus Trans Binjai beroperasi mulai pukul 06.30 sampai 04.00 WIB, dengan jumlah Bus 14 unit dan 1 kren untuk membantu Bus ketika ada kerusakan di jalan.
Kondisi Bus Trans Binjai kembali menjadi sorotan tajam setelah terungkap sejumlah busnya beroperasi sepi penumpang, sementara para supir dan kernetnya diduga justru terlibat dalam aktivitas tidak produktif.

Terpantau Rabu (30/8/2023) sekitar pukul 14.21 WIB, terlihat banyak Bus tidak beroperasi hingga sejumlah pekerjanya, diduga supir dan kernet asyik bermain dam batu di pelataran parkir Bus Trans Binjai, tepatnya di Jl Jambore 1 Berengan, Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai, Kota Binjai, Sumatera Utara.
Sementara salah satu warga Binjai mengaku tidak pernah lagi menggunakan jasa angkutan Bus Trans Binjai karena jarang melintas. “Dulunya pernah naik, tapi sekarang tidak pernah lagi karena jarang kelihatan. Saya juga pernah melihat penumpangnya sedikit sekali,” ungkapnya, Rabu (30/8/2023).
Menurut warga Binjai lainnya, Bus Trans Binjai tidak lagi diminta masyarakat dan para pelajar meski gratis, disebabkan jarang beroperasi, sehingga lebih memilih angkutan umum (Angkot) lainnya. “Para pelajar lebih memilih Angkot karena Bus Trans Binjai jarang lewat,” ungkapnya.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: R Hamdani
Jadi wartawan itu kritis boleh..
Tapi harus faham dengan yg diberitakan..
Tidak langsung memuat berita, Klarifikasi dulu..
Itu kalau tak salah didalam full Perintis, bukan ditempat umum..
Kalau sudah di full, berarti sudah Masuk kandang, off time atau Istirahat..
Apakah anda melihat mereka satu harian seperti itu..?
Jika tidak, berarti anda tidak profesional..!!!