AXIALNEWS.id | Banyak orang yang mengetahui tentang penyakit hoarding disorder ini. Penyakit hoarding disorder ini merupakan salah satu prilaku yang gemar sekali menyimpan ataupun menimbun barang karena dianggap barang tersebut akan berguna di kemudian hari.
Tak hanya itu, penderita penyakit hoarding disorder ini memiliki kebiasaan untuk menimbun barang karena dianggap dapat mengingatkan pada suatu peristiwa dan membuat penderitanya merasa aman ketika dikelilingi oleh benda-benda tersebut.
Biasanya penderita penyakit hoarding disorder suka menyimpan barang-barang seperti perlengkapan rumah tangga, koran, majalah, bahkan tak jarang mereka suka menyimpan pakaian yang sudah kotor dan rusak. Maka tak heran jika melihat tempat tinggal penderita penyakit ini terlihat lebih sempit dan kotor dengan dipenuhi oleh barang-barang yang ditimbun olehnya.
Penderita penyakit hoarding disorder biasanya tidak menyadari bahwa perilaku ini merupakan suatu permasalahan, kondisi seperti ini sering dialami oleh para penderita gangguan kepribadian obsesif kompulsif. Akibat dari penderita yang tidak menyadari adanya penyakit hoarding disorder ini membuat penyakit ini sulit untuk diobati.
Dilansir dalam artikel halodoc, penyebab dan gejala munculnya dari penyakit hoarding disorder yaitu:
Penyebab Penyakit Hoarding Disorder
Jika tidak ditangani dengan baik, maka penyakit ini akan memicu berbagai macam komplikasi, seperti:
Sampai saat ini masih belum ada penyebab pasti yang memicu seseorang mengidap penyakit hoarding disorder. Akan tetapi, dengan adanya faktor lain seperti genetik, tekanan stres, dan gangguan pada fungsi otak dianggap menjadi pemicu munculnya penyakit hoarding disorder ini.
Gejala Penyakit Hoarding Disorder
Pengidap penyakit hoarding disorder akan merasakan adanya kebutuhan yang sangat kuat untuk menyimpan suatu barang meskipun barang tersebut kurang bernilai. Bahkan tak jarang, pengidap penyakit ini akan mengalami tekanan ketika diminta untuk membuang barang-barang yang disimpannya. Biasanya, pengidap penyakit hoarding disorder memiliki hubungan emosional dengan barang-barang yang ditimbunnya. (*)
Editor: Nur Adilasari