AXIALNEWS.id | Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra kecewa dan sedih.
Kekecewaan itu disampaikan melalui akun Instagramnya @yusrilihzamhd, Rabu malam, (8/1/2025) usai ziarahi makam Pahlawan Nasional Tengku Amir Hamzah di Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Pasalnya monumen (taman) pengenang jasa Pahlawan Amir Hamzah tidak dirawat secara benar oleh pemerintah daerah. Yusril berziarah setelah memberikan orasi ilmiah di Universitas Islam Sumatera Utara.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Langkat, Nur Elly Heriani Rambe menyebut monumen Pahlawan Tengku Amir Hamzah bukanlah aset pemerintah Langkat. Sebab membangunya menggunakan dana provinsi.
“Kalau terkait itu (monumen) sebenarnya itu aset yang membangun provinsi, tapi asetnya diserahkan ke naziran masjid,” jelasnya Kamis (9/1/2025).
Nur Elly mengatakan saat membangun monumen itu pihaknya memohon agar dikelola oleh Pemkab Langkat. Namun, dikarenakan monumen itu dekat dengan Masjid Azizi, pihak kenaziran meminta untuk mereka yang mengelola.
“Karena itu yang bangun bukan kita kan, jadi diminta asetnya oleh nazir Masjdi Azizi dan itu anggarannya dari Provinsi, jadi tidak ada dana yang digelontorkan kesana karena bukan aset kita kan,” sebutnya.
Ia menegaskan pihaknya juga serius dalam merawat monumen itu. Dirinya juga mengaku bahwa beberapa bangunan yang berdiri adalah permintaan Pemkab agar kiranya di bangun.
“Ayo dong dibangun disitu gitu. Apa itu bangunannya? Taman, pemakaman gitu iya. Itu memang permintaan kita,” ungkapnya.
“Itu artinya apa karena memang kita betul-betul memperhatikan Tengku Amir Hamzah bahwa dia itu adalah pahlawan nasional gitu loh,” lanjutnya.
Nur Elly berkomitmen Pemkab Langkat kedepan akan berkoordinasi dengan kenaziran masjid untuk lebih memperhatikan monumen Tengku Amir Hamzah. (*)
Reporter: M Alzi
Editor: R Hamdani