AXIALNEWS.id | Diusia 21 tahun Kabupaten Serdang Bedagai (Serga) semakin megah dengan berbagai jenis program pembangunan yang dilaksanakan.
Sergai, diakui dibawah kepemimpin Bupati Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Yusri Tambunan selama lebih kurang lima tahun ini semakin maju.
Kabupaten Sergai begitu kental dengan motto “Tanah Bertuah Negeri Beradat” kini jadi kebanggaan semua masyarakatnya.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan terkait kelestarian Budaya Adat Melayu di Sergai.
Sebagai contoh, ciri khas Sergai yang identik dengan Melayu dengan menetapkan warna kuning dan hijau sebagai ciri khas Tanah Bertuah Negeri Beradat.
Penetapannya perlu melalui Peraturan Daerah (Perda) dan minimalnya Peraturan Bupati (Perbup). Sehingga siapapun ke depan yang meneruskan kepemimpinan Sergai, warna itu tidak lagi dirubah.
Disampaikan Tokoh Melayu Sergai, Haris Faillah, Kamis (16/1/2025) selaku pemegang Gelar Datuk Setia Bakti.
Sebelumnya, warna Kuning-Hijau sudah dikenal banyak orang sebagai penanda warna Sergai, meskipun belum ada Perda yang mengaturnya.
Diperkirakan warna Kuning-Hijau itu, kata mantan Sekdakab Sergai ini, sudah 15 tahun sejak 2005 melengkapi di gedung maupun kantor pemerintah di Sergai.
Bahkan Gapura Selamat Datang yang letaknya di perbatasan antara Sergai dengan Kabupaten Deli Serdang.
Tapi sekarang ini, warna itu hilang dari pandangan mata tanpa diketahui apa penyebabnya.
“Nah, selain warna itu, penting juga kiranya dibangun Replika Kerajaan Padang Bedagai di Kecamatan Tanjung Beringin, sebagai bukti bahwa sebuah kerajaan pernah ada di “Tanah Bertuah Negeri Beradat,” ujarnya.(*)
Editor: Riyan