Surat Al-Fatihah Sebagai Doa untuk Orang Hidup dan Meninggal, Berikut Caranya

Ilustrasi kaum muslimin berdoa kepada Allah SWT dengan mengangkat dan menadahkan kedua tangannya keatas. (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Surat Al-Fatihah kerap dibacakan untuk mendoakan sesama Muslim. Bagaimana cara mengirim Al-Fatihah untuk orang yang masih hidup dan sudah wafat?

Surat Al-Fatihah memiliki beberapa nama lain, yakni ummul quran, ummul kitab, as-sab’ul matsani, dan fatihatul kitab.

Sebagaimana dikutip dari buku Kedahsyatan Membaca Al-Qur’an karya Amirulloh Syarbini dan Sumantri Jamhari, Al-Fatihah diletakkan di awal mushaf karena merupakan surat pembuka Alquran.

Al-Fatihah juga satu-satunya surat dalam Alquran yang menjadi rukun dalam shalat. Dalam sehari, seorang Muslim setidaknya membaca Surat Al-Fatihah sebanyak 17 kali saat menunaikan shalat.

Berikut ini bacaan Surat Al-Fatihah beserta artinya:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ . اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ. الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ . مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ. اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ . صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Alhamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn. Ar-rahmānir-rahīm. Māliki yaumid-dīn. Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn. Ihdinas-sirātal-mustaqīm. Sirātallazīna an’amta ‘alaihim gairil-magdubi ‘alaihim wa lad-dāllīn.

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Cara Mengirim Surat Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah bisa dikirimkan untuk orang yang masih hidup ataupun sudah meninggal. Menghimpun dari beberapa sumber, berikut adalah cara mengirim Surat Al-Fatihah.

Baca Juga  Hukum Wanita Haid Baca Al-Qur’an di HP Menurut Buya Yahya

1. Mengirim Surat Al-Fatihah untuk Orang yang Masih Hidup

Sebelum mengirim Surat Al-Fatihah untuk orang yang masih hidup, alangkah baiknya jika terlebih dahulu memuja baginda Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya. Setelah itu, baru membacakannya untuk sesama Muslim, terutama kepada orang tua yang telah berjasa bagi hidup kita.

Mengutip dari beberapa sumber, inilah bacaan yang wajib dilantunkan sebelum mengirimkan Surat Al-Fatihah:

Baca Juga  Hukum dan Penjelasan Islam: Patungan Kurban dengan Harga Sapi Berbeda

ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ اِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِوَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ وَالْمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا سَيِّدِنَا شَيْخِ عَبْدِ الْقادِرِ الجَيْلَانِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَلْفَاتِحَه

Tsumma ilaa hadh roti ikhwaanihi minal ambiyaa-i wal mursaliin. Wal auliyaa-i wasy syuhadaa-i wash sholihiin. Wal ‘ulamaa-i wal mushonnifiin. Khushuushon sayyidina syaihkh ‘abdil qoodiri jailaani rodiyalloohu ‘anhu.


ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَاوَبَحْرِهَا خُصُوْصًا أَبَاءَنَا وَأَمَّهَاتِنَا وَأَجْدَنَا وَجَدَّاتِنَا وَهَشَايِخَنَا وَمَشَايِخَ مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا إِلَى رُوْحِ…..، لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Tsumma ilaa jamii’i ahlul qubuur. Minal muslimiina wal muslimaat. Wal mu-miniina wal mu-minaat. Min masyaariqil Ardhi ilaa maghooribihaa. Khushuushon abaa-anaa wa ummahaatinaa. Wa ajdaadanaa wa jaddaatinaa. Wa masyaa yikhanaa wa masyayikha masyaa yikhinaa. Lahumul fatihah (membaca al-Fatihah)

Setelah itu, baru membaca Surat Al-Fatihah diselingi dengan bacaan:

Baca Juga  Amir Hamzah Minta Penuntasan Isu Strategis, Seperti Kemiskinan & Pengangguran

Khushuushon ilaa ruuhi … (nama) bin … (nama ayahnya). Allahumaghfir lahu (ha) warhamhu (ha) wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu (ha), lahul al-faatihah.

Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya … (nama) putranya … (nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

2. Mengirim Surat Al-Fatihah untuk Orang yang Sudah Meninggal

Mendoakan orang yang sudah meninggal merupakan salah satu amalan yang dianjurkan bagi keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat.

Dengan mengirimkan doa, terutama Surat Al-Fatihah, dapat membuat amalan orang yang sudah meninggal diterima oleh Allah SWT.

Disebutkan pula bahwa Surat Al-Fatihah merupakan hadiah yang layak diberikan oleh orang-orang yang masih hidup kepada orang-orang yang sudah meninggal. Sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Nawawi pada hadits riwayat berikut ini:

“Hadiah orang-orang yang masih hidup kepada orang-orang yang telah meninggal dunia adalah doa dan memintakan ampunan kepada Allah (istighfar) kepada mereka.”
Sumber: kumparan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us