AXIALNEWS.id | Andrian Sulin, seorang aktivis sosial yang dikenal kritis dalam menyuarakan kepentingan publik di Tanjungbalai, memilih membaktikan sisa usia produktifnya untuk bangsa dan negara. Bersamaan dengan hari Bhayangkara ke 79 kini Andrian Sulin mengabdi sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungbalai setelah dilantik 1 Juli 2025.
Lahir dari keluarga sederhana, Andrian merupakan putra kedua dari pasangan Sukri, seorang pensiunan guru Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Linda, seorang ibu rumah tangga. Nilai-nilai kesederhanaan dan ketekunan yang ditanamkan sejak dini membentuk karakter kritis dan berintegritas pada diri Andrian.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya di MAN 2 Medan, Andrian melanjutkan studi ke Universitas Asahan pada tahun 2006. Di kampus inilah semangat juangnya semakin terasah. Ia mulai aktif menyuarakan aspirasi mahasiswa dan masyarakat, terutama dalam mengkritisi kebijakan pemerintah daerah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Sebagai mahasiswa yang merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kisaran, Andrian tak segan turun ke jalan menolak berbagai kebijakan yang merugikan publik. Ia menjadi corong perlawanan atas ketimpangan sosial dan ketidakadilan birokrasi, khususnya yang terjadi di Kota Tanjungbalai. Aksi-aksinya kerap mencuri perhatian, namun tetap berada dalam koridor hukum dan etika sosial.
Namun siapa sangka, di balik semangat aktivisnya, Andrian menyimpan tekad besar memperbaiki sistem dari dalam. Kini, sebagai bagian dari Bawaslu, ia menjalankan peran strategis untuk menjaga demokrasi tetap sehat dan berpihak pada rakyat.
Pilihan Andrian Sulin membuktikan bahwa idealisme tak mati saat bersentuhan dengan birokrasi. Justru, ia menjadikan jabatannya sebagai alat perjuangan baru demi bangsa dan negara.
“Semoga peran ini tidak mengubah idealismenya, justru memperkuat komitmennya untuk menjaga integritas dan demokrasi di Kota Tanjungbalai,” ujar Faisal Rambe rekan seperjuangan Andrian Sulin sebagai penggiat sosial.**
Editor: Syafrizal Manurung