AXIALNEWS.id | Menteri Perumahan dan Pemukiman Maruarar (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan kepada kepala daerah untuk diminta proaktif mengusulkan validasi data hunian tetap (Huntap) korban bencana di Sumatera.
Dalam hal ini, PKP membutuhkan usulan lokasi riil, agar pembangunannya bisa direalisasikan segera.
Selain itu, daerah juga diminta segera melaporkan jumlah data hunian masyarakat yang berada pada kategori rusak ringan, sedang, berat, hanyut atau hilang, karena dampak bencana banjir dan tanah longsor.
Karena selain hunian yang akan dibangun pemerintah melalui APBN, Yayasan Buddha Tsuzi, Danantara juga akan membangun 15.000 unit hunian untuk tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang terdampak bencana.
“Jangan terlalu jauh dari ekosistem, seperti sekolah, rumah sakit, ladang sebagai tempat pencaharian masyarakat. Saya minta tolong daerah kaji hunian yang benar-benar siap,” pungkas Maruarar.
Dikatakannya secara daring pada rapat pembahasan lanjutan pembangunan Huntap di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Minggu malam (28/12/2025).
Turut hadir Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, Kepala BNBP Suharyanto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, dan kepala daerah terkena dampak bencana.(*)
Reporter: M Alzi
Editor: Eddy S