Bentrok Ormas di Langkat Kembali Terjadi & Menelan Korban, Sebelumnya Polisi Nyaris Dibakar

Ilustrasi bentrok antar ormas. (Internet)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Bentrokan antara organisasi kemasyarakatan (ormas) yang terjadi di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang terjadi pada, Senin (14/7/2025) dini hari, bukan kali pertama terjadi.

Namun pada, Rabu (2/8/2023) lalu, bentrokan serupa juga pernah terjadi.

Dikabarkan, masyarakat bertempat tinggal di Jalan Jamin Ginting, Dusun Pasar Asam, Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mendadak heboh, Senin (14/7/2025) dini hari.

Pasalnya dua organisasi kemasyarakatan (ormas) bentrok.

Akibatnya, dua orang dilaporkan mengalami luka hingga harus mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Informasi diperoleh, dua ormas yang bentrok itu disebut-sebut dari FKPPI dengan Satgas GRIB Jaya Langkat.

Peristiwa bermula dari penyerangan dan penghadangan yang diduga dilakukan Satgas GRIB Jaya Langkat.

Kader FKPPI disebut dihadang usai mengawal mobil mengangkut ayam.

Peristiwa dugaan penghadangan hingga penyerangan ini mengakibatkan dua kader FKPPI luka dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Keduanya berinisial RAP (27) warga Sirapit, Langkat, mengalami luka bacok pada kaki kanan 3 kali, tangan kanan 1 kali dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Djoelham Binjai.

Baca Juga  Ketua MPR RI Bamsoet Luncurkan Buku ke-30 'PPHN Tanpa Amandemen'

Korban lainnya berinisial AS (30) yang mengalami luka sayat di leher belakang sebelah kanan dan dilakukan rawat jalan usai mendapat perawatan medis di RSU Delia.

Pasca dua kader FKPPI dilaporkan luka, diduga terjadi serangan balik.

Sekitar pukul 07.30 WIB, sekelompok massa dari FKPPI turun melakukan penyerangan ke lokasi yang diduga merupakan markas Satgas GRIB Jaya Langkat di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Binjai, AKP Junaidi belum dapat berkomentar panjang terkait peristiwa tersebut.

Namun, dia membenarkan adanya peristiwa dimaksud.

“Personel masih di lapangan, belum dapat saya memberikan keterangan lebih lanjut,” ujar Junaidi.

Bentrok Serupa hingga Polisi Nyaris Dibakar

Dilokasi sama pernah terjadi bentrok sebelumnya, dikomandoi Kepala Desa Lau Mulgap, Asri Nurmala Sitepu, berhadapan dengan pihak kepolisian Polres Langkat, yang hendak menangkap suaminya berinisial Eb yang juga merupakan DPO Polres Langkat.

Asri Nurmala Sitepu memprovokasi warga dan sempat melakukan penyerangan hingga ingin membakar personel Polres Langkat, saat suaminya berinisial Eb mau ditangkap.

Baca Juga  500 Sertifikat Tanah Diterbitkan BPN Tuk Masyarakat di 6 Desa

Hal ini pun diungkapkan oleh Kapolres Binjai, AKBP Rio Alexander Panelewen pada waktu itu.

Rio pun mengungkapkan kronologi kejadian itu. Bermula pada, Rabu (2/8/2023) sekira pukul 05.00 WIB, awalnya Polres Langkat ingin menangkap tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan Ketua PAC IPK, Simson Sembiring (41).

Salah satu tersangka itu adalah Eb suami Asri Nurmala Sitepu.

Pada waktu itu, ada sekitar 27 personel polisi yang diturunkan dengan mengendarai enam mobil ke Desa Lau Mulgap.

Sekitar pukul 07.00 WIB, petugas dibagi dua tim. Ada tim yang hendak menangkap Eb dan tim lainnya menggerebek kantor FKPPI di depan rumah Eb.

Kala itu, ada 12 orang yang diamankan dari dalam kantor FKPPI dan dibawa ke Polres Langkat. Sedangkan Eb melarikan diri.

Penyerangan terhadap polisi pun dimulai ketika tim yang ingin menangkap Eb hendak bergegas meninggalkan lokasi.

“Tiba-tiba ibu si Eb ini meneriaki petugas dengan sebutan rampok. Teriakan itu membuat massa berdatangan. Ibu Eb ini coba menghalangi petugas untuk pergi dengan cara menarik tali senjatanya,” ucap Rio.

Baca Juga  Ditanya Adli Infrastruktur Langkat Makin Hancur, Ondim: Kita jadi manusia ini gak ada yang sempurna

“Di momen itu pula, Asri Nurmala Sitepu memprovokasi warga. Ia mengucapkan kata tidak senonoh dan meminta massa agar menghadang petugas pergi,” sambungnya.

Lanjut Rio, ia menyampaikan situasi saat itu mulai mencekam. Mobil seorang polisi dikepung dan dilempari batu sehingga mengalami kerusakan.

Tak berhenti di situ, ada beberapa warga yang menyiram badan empat personel polisi dengan minyak Pertalite.

“Di situ, Asri dan temannya memaksa petugas untuk membebaskan tersangka yang sudah ditangkap. Asri mengatakan kalau tidak mereka akan membakar mobil dan personel,” ucap Rio.

Kapolres Binjai ini mengungkapkan saat itu petugas lainnya hendak menyelamatkan empat personel yang disekap.

Namun warga memalang jalan menuju ke lokasi dengan membakar ban dan meletakkan dua unit sepeda motor di tengah jalan.

“Tapi terakhirnya, petugas dapat menyelamatkan empat personel yang ditahan warga. Lalu, empat personel itu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan atas luka penganiayaan yang dilakukan para pelaku,” tutup Rio.

Akhirnya Asri Nurmala Sitepu pun ditangkap polisi dan sudah di hukum atas perbuatannya. (*)
Sumber: tribunmedan.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us