AXIALNEWS.id | Sebagian besar wilayah Sumatera saat ini diselimuti awan gelap tebal yang menandakan meningkatnya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.
Kondisi ini dipicu oleh bentrokan massa udara dari dua arah berbeda, yakni angin utara dan angin selatan, yang menciptakan wilayah konvergensi kuat di atas Sumatra.
Angin utara diketahui berasal dari Laut China Selatan dan wilayah India, sementara angin selatan bertiup dari Australia. Pertemuan dua aliran angin ini menyebabkan penumpukan uap air yang signifikan, sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan secara masif dan meluas.
Dinamika atmosfer ini turut diperkuat oleh keberadaan Siklon Grant serta Bibit Siklon TL-11 di wilayah selatan. Kedua sistem tersebut memengaruhi pola angin regional dan meningkatkan suplai uap air menuju Sumatra, membuat potensi hujan lebat terjadi dalam durasi yang cukup panjang.
Dengan kondisi atmosfer yang labil, hujan intens berpotensi disertai angin kencang dan kilat. Wilayah dengan topografi perbukitan dan daerah aliran sungai perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, serta tanah longsor.
Peringatan dini berlaku untuk seluruh wilayah Sumatra. Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca, menghindari aktivitas di daerah rawan bencana, serta segera mengambil langkah antisipasi apabila hujan lebat terjadi secara terus-menerus.(*)
Sumber: Akun Facebook @infogempadunia di upload pada Jumat 2 Januari 2026 sekitar pukul 16.30 WIB, satu jam lalu.