AXIALNEWS.id – Deliserdang | Amaliyah Lubis (22) seorang gadis belia rela tinggal menetap di desa terpencil yakni di cekungan kaki Gunung Sibayak untuk mengajar (guru) tahfiz bagi anak – anak mu’allaf tanah Karo.
Berbincang dengan awak media, saat bersama rombongan Ustadz Parlaungan Nasution meninjau kemajuan pembangunan Masjid Nurul Yaqin, di Dusun Lau Gedang Desa Suka Makmur Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Ahad/Minggu (17/1/2021) lalu.
Rizki Amaliyah mengaku, teguh pendirian menjadi Guru Tahfiz (Ustadzah) atas dorongan hati nurani setelah menamatkan pendidikan di Pesantren Hidayatullah mengikuti jejak abangnya Habibullah Lubis yang lebih dulu memilih menjadi Guru Tahfiz Al-Qur’an di Jaranguda Berastagi Kabupaten Karo.
“Langkah dan pilihan saya ini tidak terlepas dari hidayah Allah SWT. Kalau tanpa hidayah dan petunjuk serta bimbingan Allah, mungkin saya tidak berada di dusun terpencil di bawah kaki Gunung Sibayak ini sampai sekarang,” tutur Rizki Amaliyah yang sudah menjadi Guru Tahfiz di Dusun Lau Gedang sekitar 6 bulan lebih.
“Allah jualah yang memberi rezeki kami para Guru Tahfiz yang mengabdi di desa-desa terpencil Kutalimbaru Deliserdang melalui bantuan para dermawan. Sehingga kami dapat terus bertahan di dusun terpencil ini dengan senang hati,” sebut Rizki Amaliyah menambahkan.
Bagi para dermawan yang ingin mendukung program Guru Tahfiz Al-Qur’an di desa-desa terpencil dapat mengalirkan donasi dukungan ke rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) nomor 1050014140614 atas nama Yayasan Hidayatullah.(*/axialnews.id)
Berita ini dikutip dari koranmedan.com berjudul “Amaliyah Lubis, Guru Tahfiz Al-Qur’an di Dusun Terpencil”.