Bos TIKI Dulunya Hanya Guru TK dan Pelayan Restoran

Direktur Utama TIKI Yulina Hastuti. Sumber kompas.com Foto: Dok. TIKI
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id Jakarta | Situasi sosial saat ini tidak dapat menjadi tolak ukur sukses atau tidaknya seseorang dimasa depan. Jika terus belajar dan berusaha tanpa mengenal kata menyerah,siapa saja berhak sukses.

Yulina Hastuti adalah Direktur Utama PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI), sebuah perusahaan jasa ekspedisi yang paling tua di Indonesia. Sebelumnya, Yuliana hanya bekerja sampingan sebagai guru TK dan pelayan di restoran cepat saji di AS.

Berikut berita selengkapnya perjalanan karir Yulina atau yang akrab dipanggil Lena.

Awalnya, Lena mengawali karir di TIKI sebagai manajer marketing sekitar tahun 2000an. Sebelumnya dia menempuh pendidikan di Amerika Serikat (AS) dan dia juga bekerja sampingan sebagai guru TK dan pelayan di restoran cepat saji di AS.

“Di sana saya banyak memperoleh ilmu dan pengalaman. Bagaimana handling customer dan mengelola operasional. Sekitar tahun 1998 lah, saya dan suami sekolah di Amerika, sambil menunggu itu saya kerja part time jadi guru TK, tapi setelah ada anak jadi agak sulit kerja yang di restorannya. Pengalaman ini berharga sampai sekarang,” kata dia, Jumat (1/10/2021).

Lena menjelaskan, sepulangnya dari Amerika, dia bekerja di TIKI dan mulai mempelajari seluk beluk dunia kurir. “Saya belajar siang malam, karena mau tau gimana sih cara kerja perusahaan kurir ini. Saya juga turun ke lapangan, memantau bagaimana sistemnya bekerja dan kondisinya seperti apa,” jelas dia.

Baca Juga  Nadiem Tekankan PTM Terbatas Diberlakukan Untuk SD & PAUD
Baca Juga  Rumah HOS Tempat Belajar Banyak Tokoh Nasional
Baca ke halaman berikutnya

Menurut Lena kedua orang tuanya merupakan support system yang paling kuat di dalam hidupnya. Ayahnya mengajarkan Lena untuk memimpin sebuah perusahaan. Gaya kepemimpinan ayahnya dia pelajari dan diserap dengan baik.

Tak cuma untuk pelanggan, tapi dia juga berupaya semaksimal mungkin untuk memperhatikan pegawai sampai lingkungan perusahaan. Misalnya dengan rutin menyalurkan zakat baik ke masyarakat muslim dan non muslim.

Wanita yang hobi bersepeda ini menjelaskan, jika TIKI setiap bulannya memberikan beras sebesar 25 kilogram untuk para pegawainya. “Dulu sempat saya mau ganti jadi uang, karena kasihan lihat pegawai bawanya berat. Tapi pegawainya bilang, ‘jangan bu kalau beras banyak yang tanya dari mana, kami jawab dari TIKI’ itu jadi kebanggaan buat karyawan kalau tempat kerjanya memperhatikan mereka. Nah prinsip itu yang diajarkan oleh orang tua saya,” jelas dia.

Untuk mengimbangi pekerjaan, Lena memiliki hobi yaitu bersepeda dan makan nasi goreng Kebon Sirih. Rute bersepeda, dia sukai biasanya di wilayah Kebayoran dan Pantai Indah Kapuk (PIK). (*/axialnews.id)

Berita ini sudah tayang dan dikutip dari kompas.com berjudul Kisah Yulina Hastuti, Bos TIKI yang Dulunya Guru TK

Baca Juga  Mimpi Atlet Medali Emas PON Jadi Polisi, Diwujudkan Kapolri

Berita Lainnya

Contact Us