AXIALNEWS.id | Penampilan istri dari calon Wakil Bupati Langkat nomor 2, Adli Tama Hidayat Sembiring mirip istri Presiden Republik Indonesia.
Sopan, cantik dan elegan. Sebuah ungkapan yang menggambarkan penampilan Rizabella Anggiani, istri Adli Tama.
Istri Adli Tama beberapa kali terlihat mendampingi sang suami saat melakukan sosialisasi pencalonannya di Pilkada Langkat.
Rizabella Anggiani selalu berpakaian tangan panjang, rok/gaun panjang dan mengenakan kerudung, seperti yang dikenakan istri Presiden Soekarno dan istri Presiden Gus Dur.
Adli Tama pasangan dari Iskandar Sugito, calon Bupati Langkat berjargon BISA di Pilkada 2024.
Penampilan istri Adli Tama dinilai paling mirip Ibu Fatmawati (istri Bung Karno), terlihat cantik dan selalu berpenampilan sederhana namun tetap elegan dan sopan.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut paparan singkat istri Presiden Indonesia dari masa ke masa.

Ibu Fatmawati isti Presiden Soekarno. (radarmukomuko)
Fatmawati merupakan istri Presiden Soekarno, presiden pertama Indonesia.
Sebagai istri presiden pertama Indonesia, Fatmawati secara otomatis menjadi ibu negara pertama RI dari tahun 1945 hingga 1967.
Fatmawati dikenal sebagai sosok yang menjahit bendera Sang Saka Merah Putih yang pertama kali dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.
Atas jasa-jasa dan perjuangan yang dilakukan Fatmawati, pemerintah telah memberinya gelar Pahlawan Nasional, melalui surat Keputusan Presiden RI No 118/TK/2000 tanggal 4 November 2000.
Fatmawati lahir pada 5 Februari 1923, di Pesisir Pantai Tapak Paderi, Bengkulu. Orang tuanya merupakan figur terpandang dan keturunan bangsawan. (kompas.com)

Ibu Tien istri Presiden Soeharto. (Istimewa)
Hj. RA Fatimah Siti Hartinah Soeharto lebih dikenal
Tien Soeharto merupakan istri Presiden kedua, yakni Presiden Jenderal Purnawirawan Soeharto.
Sering terlihat menggunakan kebayak, Ibu Tien merupakan sosok wanita yang dikenal penuh wibawa.
Ibu Tien lahir di Desa Jaten, Surakarta, Jawa Tengah pada tanggal 23 Agustus 1923, anak kedua dari 10 bersaudara dari pasangan KPH Soemoharjomo dan Raden Ayu Hatmanti Hatmohoedojo.
Sejak kecil, Tien harus berpindah-pindah tempat tinggal mengikuti orang tuanya yang ditugaskan ke berbagai daerah.
Untuk pertama kalinya di tahun 1925, pada saat usianya baru tiga tahun, Tien ikut ayahnya, RM. Ng. Soemoharjomo yang menempati jabatan baru sebagai Panewu Pangreh Praja (setingkat Camat) ditugaskan ke Jumapolo, sebuah kota Kecamatan di Karanganyar, Solo.
Di kota ini, Tien hampir saja meninggal dunia karena terserang disentri yang memang sedang mewabah saat itu. (merdeka.com)

Hasri Ainun Habibie bersama sang suami Presiden Bj Habibie. (ANTARA)
Di balik sukses karirnya Presiden RI ketiga BJ Habibie, ada wanita yang menemani dan mendukung jalannya, yaitu sang istri yang luar biasa Hasri Ainun Habibie.
Kisah cinta mereka mengundang banyak kekaguman, bahkan diabadikan dalam karya layar lebar.
Tepat 11 Agustus di tahun 1937 adalah kelahiran Hasri Ainun Habibie, sosok yang mendukung cemerlangnya karir Bapak Dirgantara Indonesia ini.
Memiliki nama asli Hasri Ainun Besari, wanita yang akrab disapa Ainun ini lahir di Semarang, 11 Agustus 1937. Penampilannya selaras dengan kepribadiannya, wanita cerdas, profesional dan tanggu.
Dilansir dari p2k.unkris.ac.id, Ainun merupakan anak keempat dengan delapan bersaudara dari pasangan R. Mohamad Besari dan Sadarmi.
Namanya diambil dari bahasa Arab, yang artinya seorang anak yang memiliki mata yang indah. (tempo.co)

Sinta Nuriyah Wahid istri Presiden Gus Dur. (jawapos.com)
Aktivitas Sinta Nuriyah Wahid tak bisa dipisahkan dengan suaminya Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Seorang muslimah yang taat kepada perintah agama dan terus membela kepentingan ummat.
Aktivitasnya terlihat sejak mendampingi Gus Dur sebagai aktivis, pemikir, ketua PBNU, hingga menjadi Presiden RI ke-4.
Meskipun Gus Dur telah meninggal, Sinta tetap konsisten seperti suaminya yang selalu menyuarakan Hak Asasi Manusia, pemberdayaan perempuan, dan kebebasan beragama.
Perempuan kelahiran Jombang, 8 Maret 1948 ini menikah dengan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada tanggal 11 September 1971 dan dikaruniai 4 anak.
Sinta dibesarkan dalam lingkungan pesantren. Bahkan pendidikan dasar hingga menengah tak jauh dari lingkungan agama. Puncaknya, ia mengikuti pendidikan pesantren mualimat khusus perempuan.
Memasuki usia remaja. Dia dijodohkan dengan anak kiai besar Nahdlatul Ulama (NU) Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kisah cinta Sinta dengan Abdurrahman Wahid ini menarik.
Gus Dur merupakan gurunya ketika belajar di Muallimat. Mereka dijodohkan oleh Kiai Fatah, pamannya Abdurrahman Wahid.
Gus Dur segera mengiyakan tawaran itu. Namun, Sinta belum bersedia lantaran trauma dengan salah seorang guru yang pernah meminangnya ketika dia masih berusia 13 tahun.
Celakanya, nama guru itu juga Abdurrahman. Namun, akhirnya Sinta mulai simpati kepada Gus Dur setelah saling berhubungan melalui surat, melalui surat-surat itulah Sinta bisa mengetahui kepribadian Gus Dur yang lembut dan tajam pikirannya. (viva.co.id)

Ibu Megawati merupakan Presiden pertama perempuan di Indonesia. (fahum.umsu.ac.id)
Megawati Soekarnoputri adalah Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sejak 1999 hingga sekarang. Ia juga Presiden ke-5 Republik Indonesia, dan perempuan pertama yang menjadi Presiden RI. Ia kenal publik sosok wanita pemberani dan tegas.
Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, Megawati didapuk sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (kompaspedia)
Dilansir dari viva.co.id, nama panjangnya Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri. Ia lebih sering dipanggil Mega.
Mega lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947 dari pasangan Soekarno dan Fatmawati. Mega adalah anak kedua dari Presiden pertama Indonesia.
Kisah pernikahan Mega cukup panjang. Dia menikah tiga kali dalam usia terbilang muda.
Pernikahan pertama pada tahun 1968, dalam usia 21 tahun, dengan seorang pilot letnan satu (penerbang) Surindro Supjarso. Dari pernikahannya ini dikaruniai dua orang anak laki-laki. Suaminya gugur saat menjalankan tugas.
Mega kembali menikah dengan seorang diplomat asal mesir bernama Hassan Gamal Ahmad Hasan, 1972, dalam usia 25 tahun. Pernikahan ini tidak bertahan lama dan tidak memiliki anak.
Pada tahun 1973, usia 26 tahun, Mega kembali menikah dengan Taufik Kiemas dari pernikahannya ini dikaruniai satu orang anak perempuan, Puan Maharani.
Mega kecil terbilang istimewa. Hidupnya dalam suasana kemerdekaan Republik Indonesia. Lebih spesial lagi orang tuanya, Soekarno adalah presiden RI pertama dan tinggal di Istana Presiden.

Ani Yudhoyono bersama sang suami Presiden SBY. (Instagram)
Kristiani Herrawati yang biasa dikenal dengan Ani Yudhoyono lahir di Yogyakarta, 6 Juli 1952. Ia adalah anak dari pasangan Sarwo Edhie Wibowo dan Sunarti Sri Hadiyah.
Tak jauh berbeda dengan istri Presiden Indonesia lainnya, Ani Yudhoyono juga selalu berpenampilan cantik, wibawa dan bersikap santun.
Ayahnya adalah seorang tentara dengan pangkat terakhir letnan jenderal. Ani adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara.
Nama Ani Yudhoyono lebih dikenal daripada nama aslinya. Panggilan Ani Yudhoyono makin terkenal setelah sang suami menjadi presiden RI ke-6.
Ani menikah dengan Susilo Bambang Yudhoyono pada usia 24 tahun di Jakarta. Dari pernikahannya dikaruniai dua orang anak, yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhi Baskoro Yudhoyono. (viva.co.id)

Iriana istri Presiden Jokowi. (Foto HO)
Setia mendampingi suami dalam susah dan bahagia. Iriana sosok yang cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Mulai dari mendampingi suaminya sebagai pegawai, pengusaha, hingga pejabat publik. Puncaknya, anak guru ini menjadi ibu negara.
Perempuan kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 1 Oktober 1963 ini adalah anak pertama dari lima bersaudara dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi. Orangtua Iriana adalah seorang guru.
Nama Iriana memang terdengar berbeda dari nama-nama saudara kandungnya; . Anik, Anto, Andi, dan Anjas.
Penamaan Iriana ini diberikan kakeknya yang merupakan seorang guru di Irian Jayapura, Papua, sebelum tahun 1960-an.
Saat itu, kakeknya pulang ke Jawa, pada tanggal 1 Oktober 1963 lahirlah cucu perempuannya dan diberi nama Iriana.
Nama ini diambil dari kata Irianjayapura. Sementara Iriana ini sendiri merasa senang mendapat nama dari sang kakek.
Memasuki usia remaja, Iriana sering bermain ke teman sekolahnya bernama Iit Sriyanti. Dia adalah adik Joko Widodo alias Jokowi.
Saat ia bermain ke rumah temannya, secara tak sengaja sering bertemu dengan Joko Widodo yang masih berkuliah di Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Tidak mudah untuk menaklukkan hati seorang Iriana. Joko Widodo memberanikan diri untuk mengajak Iriana bersepeda, perlu waktu 6 bulan untuk menarik hati seorang Iriana.
Pada usia 23 tahun, Iriana menerima cinta Joko Widodo dan menikah dengan mas kawin berupa cincin seharga Rp24 ribu yang sampai saat ini masih melingkar di jari manis kirinya. (viva.co.id)

Titiek Soeharto mantan istri Prabowo Subianto. (Instagram @titieksoeharto)
Siti Hediati Hariyadi, yang lebih dikenal dengan nama Titiek Soeharto, adalah mantan istri Prabowo Subianto (Presiden ke-8) dan putri kedua mantan Presiden Soeharto (Presiden ke-2).
Lahir pada 23 Oktober 1959 di Jakarta, Titiek menikah dengan Prabowo pada tahun 1983 dalam sebuah pernikahan yang menjadi sorotan publik.
Pernikahan mereka bertahan selama 15 tahun sebelum akhirnya berakhir dengan perceraian pada tahun 1998, bertepatan dengan berakhirnya era Orde Baru.
Setelah perceraiannya, Titiek Soeharto tetap aktif dalam kancah politik Indonesia sebagai anggota Partai Golkar.
Ia pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk periode 2014-2019, di mana ia dikenal vokal dalam memperjuangkan isu-isu sosial dan pendidikan.
Meskipun tidak lagi terikat pernikahan, Titiek tetap memelihara hubungan baik dengan Prabowo dan kerap terlihat memberikan dukungan dalam berbagai momen politik penting.
Ia dikenal publik juga sosok wanita tanggu berparas cantik dengan penampilan biasa namun tetap elegan dan wibawa.(liputan6.com)
Editor: Riyan