AXIALNEWS.id | Pemerintah Kabupaten Langkat menggelar Rapat Koordinasi (rakor) Forkopimda dan Forkopimcam se-Kabupaten Langkat, di ruang pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (14/9/2023).
Giat bertemakan “Optimalisasi Koordinasi dan Sinergitas Forkopimca dalam Pencegahan dan Penyelesaian Konflik Sosial” ini dipimpin Plt Bupati Langkat Syah Afandin.
Sekdakab Langkat Amril menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakannya rakor adalah:
Kemudian Amril menunjuk tiga perwakilan dari Forkopimcam untuk memaparkan kondisi sosial yang ada terjadi diwilayahnya.
Perwakilan tersebut yaitu:
“Dalam permasalahan yang ada, kami Kecamamat Sei Lepan sudah berkordinasi dengan Danramil dan Kapolsek yang berkerja di daerah, kami sudah melakukan tindakan dan menegur pihak-pihak yang terlibat di dalamnya,” ungkapnya.
Di Kecamatan Kutambaru untuk kondisi sosial yang ada di wilayah hukum pada saat ini dalam keadaan yang baik dan kondusif. Hal ini tercipta dimana Forkopimcam baik itu Polsek, Koramil, serta Camat sering melakukan kunjungan dan penggalangan tokoh-tokoh agama dan masyarakat serta Ketua OKP yang ada di wilayah hukum tersebut.
“Kami Polsek Salapian menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan berita yang ada di luar sana, baik itu media maupun tidak,” sebutnya.

Plt Bupati Langkat menyampaikan pelaksanaan rakor ini tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2022 tentang Forum Koordinasi Pimpinan di Daerah. Juga Peraturan Bupati Langkat Nomor 10 Tahun 2023 tentang Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan.
Harapannya melalui peraturan tersebut memberikan umpan balik yang baik bagi jalannya roda pemerintahan dan seluruh rencana pembangunan di daerah, serta dapat meminimalisir terjadinya konflik dan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Afandin mengatakan rakor itu sangat penting mengingat banyaknya persoalan dan permasalahan yang ada di Langkat ini, yang jika tidak segera diatasi dapat menimbulkan konflik yang serius di tengah masyarakat.
“Dapat kita ketahui bahwa persoalan-persoalan tersebut diantaranya adalah permasalahan senjata, lahan narkoba, perjudian, gesekan antara OKP dan yang akan segera kita hadapi adalah kerawanan konflik menjelang Pemilu tahun 2024,” papar Afandin. (*)
Reporter: Ajeni Sutiyo
Editor: Fakhrur Rozi