Dampak Banjir, Ratusan Warga Binaan Langkat Masih Diungsikan di Lapas Binjai

Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Langkat masih harus diungsikan ke Lapas Kelas II A Binjai, Kamis (4/12/25). (axialnews)
Iklan Pemilu

AXIALNEWS.id | Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, terpaksa masih harus diungsikan ke lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Binjai.

“Belum lama ini, kami Lapas Binjai menerima 419 WBP dari dua kecamatan di Kabupaten Langkat,” kata Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas Binjai Serikat Sembiring, Kamis (4/12/2025).

Ini dikarenakan musibah bencana banjir yang melanda negeri bertuah. Ia menerangkan, ratusan WBP berasal dari rumah tahanan (Rutan) yang berada di Kecamatan Pangkalan Brandan dan Tanjungpura.

“WBP dari dua rutan di Langkat tiba di Binjai pada malam hari. Mereka di sini sampai batas waktu yang belum ditentukan,” jelas Serikat.

Baca Juga  4 Desember: Update Info Korban Banjir di Langkat Tembus 289.432 Jiwa

Jumlah WBP di Lapas Binjai Capai 1.989 Orang

Lapas Binjai menjadi lokasi pengungsian sementara WBP menyusul bencana banjir yang kini perlahan mulai surut. Namun dirinya belum bisa memastikan kapan WBP ini akan dikembalikan ke rutan Tanjung Pura dan Pangkalan Brandan.

“Kita belum bisa pastikan kapan akan dikembalikan. Dengan bertambahnya WBP dari dua rutan di Langkat, jumlah WBP di Lapas Binjai sekitar 1.989 orang,” tegas Serikat.

Baca Juga  Reproduksi Bakal Jadi Kurikulum Pendidikan di Langkat

Banjir memang mengakibatkan hampir seluruh rutan digenangi air. Kondisi diperparah dengan posisi rutan yang berada dibawah jalan. Oleh karena itu, pihak rutan sejauh ini tidak memberikan pelayanan.

“Ya benar, hampir seluruh WBP di Rutan Tanjung Pura dipindahkan ke Lapas Binjai. Meski kondisi banjir perlahan mulai surut dan kemungkinan WBP akan kembali hingga kondisi benar-benar membaik,” timpal Kepala Pengamanan Rutan.

Baca Juga  BNPB Sebut Tahu Langkat Banjir dari Pemberitaan Media, Laporan Pemda?

Dirinya mengaku, sejauh ini dalam rutan hanya tersisa tinggal tamping (tahanan pendamping). Dari laporan Pemerintah Kabupaten Langkat, banjir melanda 16 kecamatan dan 437 ribu jiwa terdampak banjir serta mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.(*)
Editor: Riyan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya

Contact Us