Peralatan yang digunakan pada saat awal pembukaan toko pun masih sangat sederhana. Masih jelas betul dalam ingatan Eyie saat dirinya menggunakan satu cetakan kue sebagai cetakan cokelat praline yang dijajakan ditokonya. Perlahan tapi pasti, Eyie mulai merasakan perkembangan bisnisnya yang kian pesat.

Namun suatu hari, berita yang cukup menghancurkan hati harus diterima Eyie. Dirinya divonis mengidap kanker payudara dengan solusi pengangkatan sumber kanker termasuk salah satu payudaranya. Dukungan suami menjadi salah satu sumber kekuatannya untuk tetap berpikir positif dan berjuang untuk sembuh.
Melakukan pengobatan ke Singapura dan berkali-kali menjalani kemoterapi harus dilewati oleh Eyie dengan kesungguhannya untuk sembuh. Tidak putus asa, Eyie tetap berusaha gembira dan tampil sebagai sosok yang riang bahkan pada peringatan 10 tahunan bisnis kulinernya tersebut.
Hingga akhirnya Eyie berhasil sembuh dan dinyatakan bebas dari kanker oleh dokter yang membawa semangat hidup Eyie kembali meningkat. Komitmen dan konsisten Eyie untuk membangun dan mengembangkan bisnisnya ternyata berbuah baik.
“Jadi sore itu saya dapat telepon dari Setneg, katanya mau pesan cokelat untuk lebaran di Istana Negara. Saya buatkan cokelat berbentuk bedug. Secara khusus saya menangani cokelat yang dipajang di ruang Presiden. Sampai orang Istana itu nggak percaya kalau bedugnya terbuat dari cokelat,” kata Eyie.