Dimana nantinya hal tersebut akan dijadikan rujukan DPR dalam melakukan pengawasan dan kebijakan pendidikan. Yakni terkait pelaksanaan seleksi 1 Juta Guru PPPK, khususnya pada proses pengusulan formasi dan penerapan kurikulum Merdeka pada satuan Pendidikan.
Pria asal Langkat ini juga mengatakan Kurikulum Prototipe/Merdeka Belajar merupakan pengujian kurikulum yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan kemunduran dalam proses belajar siswa (Learning Loss) dan Learning hear.

Dimana banyak perubahan dalam pendidikan akibat Pandemi COVID-19 yang menyebabkan terjadinya kesenjangan akses dan kualitas pembelajaran di Indonesia, bahkan seluruh dunia.
Sementara Syah Afandin berharap kehadiran Komisi X DPR RI memberikan perhatian terhadap pemanfaatan berbagai potensi di Langkat.
Yakni meliputi pendidikan dan kebudayaan pariwisata melalui ekonomi kreatif, sesuai visi misi menjadikan Langkat sejahtera dan religius melalui pengembangan pariwisata serta sektor pendukung lainnya.

“Mudah mudahan silaturahmi ini menjadi jembatan komunikasi yang baik demi meningkatkan akses pembangunan secara luas dibumi Langkat ini, terkhusus pendidikannya,” ketus Plt Bupati Langkat.
Turut hadir para Kepala Perangkat Daerah jajaran Pemkab Langkat dan para tokoh pendidikan dan ketua organisasi pendidikan Langkat. (*)
Reporter: Ajeni Sutiyono
Editor: David S