AXIALNEWS.id – [dibaca: eksil nius] – Dosen Fisipol UMA, Angga Tinova Yudha SIKom MIKom menjelaskan hoax dalam pemberitaan muncul ketika isunya terus beredar di kalangan masyakarat tanpa diklarifikasi oleh pihak berwenang.
Disampaikannya saat mengisi seminar literasi media sosial (Medsos) dalam menanggulangi berita hoax kepada masyarakat Desa Karang Gadeng, pada 23-24 November 2022 lalu.
Seminar ini diselenggarakan atas kerjasama Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Medan Area (Fisipol UMA) dengan Pemerintah Desa Karang Gadeng, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumut.
Lanjut Angga yang juga merupakan Sekretaris Prodi Ilmu Komunikasi Fisipol UMA menerangkan, berita hoax sering mudah dipercayai karena ditambahkan dengan bumbu-bumbu informasi yang tidak benar untuk mengubah persepsi masyarakat.
Sayangnya saat ini, masih banyak masyarakat yang belum mengerti perbedaan dari berita hoax dengan berita asli atau faktual.
“Hal itu menjadikan alasan untuk kita akan melakukan literasi digital sebagain edukasi kepada masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih berita di media sosial,” terang Angga selaku pemateri seminar tersebut.
Untuk itu, ia berharap melalui seminar ini masyarakat bisa tahu cara menyaring berita secara bijak, menggunakan media sosial dengan baik, serta meningkatkan kecakapan dalam berkomunikasi.

Sementara itu, Kepala Desa Karang Gadeng, Bahrul menyakini kegiatan ini dapat membuat masyarakatnya lebih faham soal media sosial, cerdas dalam menggunakan teknologi dan ikut mengkampanyekan pencegahan berita hoax yang beredar di masyarakat.
Kedepannya, ia berharap masyarakat semakin berpikir cerdas dalam memilih berita dan menangkal penyebaran berita hoax tengah masyarakat yang sangat meresahkan dan provokatif.
“Tujuan giat ini agar masyarakat di pedesaan melek (lebih faham) media sosial. Semoga setelah seminar ini masyarakat saya semakin bijak menyaring pemberitaan dari internet,” harapnya setelah membuka giat seminar itu.
Seminar ini dilaksanakan secara tatap muka berlokasi di Balai Desa Karang Gadeng, dihadiri sejumlah perwakilan warga setempat yang dimulai dari pukul 09.00 – 12.00 WIB. Pemberian materi berlangsung selama 60 menit, setelahnya dilakukan sesi tanya jawab atau diskusi dengan peserta pelatihan.(*)
Reporter: M Alzi S
Editor: Fahkrur Rozi