AXIALNEWS.id | Beberapa orang kerap mengalami, pernahkah bertemu seseorang yang wajahnya sangat familier tetapi Anda benar-benar tidak ingat siapa namanya?
Selepas berkenalan beberapa waktu lalu dan bertemu lagi, mereka lupa nama namun tetap mengingat raut wajahnya.
Psikolog Perilaku di Abu Dhabi, Nasreen Shariff menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena preferensi.
“Orang cenderung menyimpan informasi yang relevan bagi mereka. Jika sebuah nama terasa tidak penting saat itu, otak menganggapnya cepat berlalu dan tidak menyimpannya,” terang Shariff, dikutip dari Gulf News (3/4/2025).
Selain itu, lupa nama orang juga bisa disebabkan oleh kurang fokus akibat banyaknya distraksi dan pikiran pada saat berkenalan.
Tidak hanya itu, peneliti juga mencatat bahwa mereka dengan kebiasaan ini kemungkinan memiliki 5 karakter berikut.
Orang-orang yang terbiasa mengingat wajah tetapi lupa nama kemungkinan memiliki 5 karakter berikut ini:
Dilansir dari VegOut Magazine, Jumat (22/8/2025), mereka yang hanya mengingat wajah orang cenderung efektif belajar dengan memproses informasi visual dibanding dari pendengaran.
Karena itu, mereka lebih mengingat data visual seperti lekuk senyum, warna mata, serta lengkungan alis seseorang dalam sebuah pesta dibanding namanya. Sebab, nama adalah pola suara abstrak yang memerlukan cara pemrosesan memori yang berbeda.
Melupakan nama mungkin menandakan Anda berfokus pada perasaan dan percakapan dengan orang saat bertemu, dibandingkan dengan mengingat hal-hal yang terkesan formalitas saja.
Pada saat itu, otak Anda sibuk membaca ekspresi mikro, memperhatikan bahasa tubuh, dan menangkap isyarat emosional.
Penanda visual dan emosional ini menciptakan kesan mendalam dan memberi tahu Anda apa yang penting untuk diingat dari seseorang.
Orang-orang dengan kebiasaan ini biasanya bisa mengenali seseorang dari seberang ruangan yang ramai, atau bahkan dari belakang.
Hal ini disebabkan Anda suka mengamati cara berjalan atau cara mengangkat bahu orang lain dengan jeli.
Otak yang cenderung menyimpan data visual membuat Anda langsung tersadar ketika ada teman potong rambut.
Selain itu, Anda menjadi lebih peka ketika ada teman mengalami perubahan mood ketika sadar ekspresinya berubah.
Tidak jarang, Anda bisa merasakan ketegangan dalam ruangan hanya beberapa detik setelah memasukinya.
Orang dengan kebiasaan lupa nama biasanya “hadir sepenuhnya” dan terbawa suasana saat berinteraksi dan mengobrol dengan orang lain.
Karena itu, dia melupakan detail-detail penting yang seharusnya diingat, termasuk nama.
Anda dengan kebiasaan ini biasanya terhubung dengan ritme emosional percakapan dan sering kali meninggalkan kenangan membekas terkait kebersamaan dengan orang lain.
Terakhir, otak Anda tidak bekerja layaknya lemari arsip untuk menyimpan informasi dengan rapi.
Sebaliknya, Anda lebih cenderung suka menangkap gambaran besar dan menyeluruh (holistik), termasuk ketika bertemu seseorang.
Biasanya, Anda akan lebih mengingat kesan emosional ketika bertemu kembali dengan seseorang alih-alih mengingat setiap detail nama dan pekerjaan secara terpisah.(*)
Sumber: kompascom